Dari Penyidik KPK hingga Dirreskrimum Polda NTT, Jejak Karier Kombes Sigit Haryono
Minggu, 31 Mei 2026 - 22:20 WIB
loading...
A
A
A
Era kepemimpinan Sigit di Ditreskrimum Polda NTT membawa fokus pada penyelesaian kasus-kasus sulit dengan pendekatan analitis, kemampuan koordinasi lintas satuan, dan penguatan integritas institusi. Sejak menjabat sebagai Dirreskrimum Polda NTT juga Sigit telah berhasil mengungkap kasus pembunuhan besar yang melibatkan korban Sebastian Bokol.
Selain itu beberapa kasus lain dengan tingkat kesulitan tinggi menunjukkan kemampuan Sigit dalam mengelola penyidikan berprofil kompleks. Dia terlahir dan dibesarkan di Kota Salatiga, Jawa Tengah yang telah membentuknya sebagai pribadi yang tenang namun tegas.
Perwira menengah dengan.pangkat melati tiga di pundak ini menekankan pentingnya transparansi publik, komunikasi yang konstruktif dengan media, serta kedekatan dengan komunitas untuk membangun kepercayaan warga terhadap kepolisian.
Dia menjelaskan keseimbangan antara hard skills penyidikan dan soft skills manajerial menjadi kunci dalam pengungkapan setiap kasus. "Teliti dalam mengurai fakta, fokus pada pembuktian, dan tegas dalam mengambil keputusan operasional, adalah hal yang harur terus ditekankan," ujarnya.
Sigit yang dikenal akrab dengan masyarakat dan wartawan ini selain tugas profesional di Polri, ia juga aktif dalam komunitas melalui hobinya bermain sepakbola. Dan itu dibuktikan dengan jabatannya di luar institusi sebagai Presiden Klub Persikota Tangerang. Dan ini yang menambah dimensinya sebagai figur publik yang dekat dengan warga.
Disampaikannya kehidupan sosial harus tercermin dalam hubungan kerja yang harmonis dengan rekan-rekan maupun publik. "Kedekatan ini tidak hanya membangun kepercayaan publik, tetapi juga memperkuat kerja sama antar instansi dalam menegakkan hukum," kata Sigit.
Hobi sepak bola juga menjadi jembatan empati dengan masyarakat luas dan fans klub, sekaligus menambah identitas publiknya sebagai figur olahraga yang disiplin dan profesional. Dalam konteks penegakan hukum di NTT, kepemimpinannya diharapkan mampu memperkuat kapasitas penyidikan tindak pidana umum, serta penegakan hukum yang adil dan transparan.
Pengalaman multidimensional Sigit menghadirkan kombinasi keahlian teknis penyidikan dengan kemampuan manajerial yang dibutuhkan untuk mengelola satuan-satuan intensif di wilayah hukum yang luas dan beragam. Sigit menyampaikan dengan penerapan KUHP dan KUHAP baru juga pihaknya berkomitmen untuk mengedepankan keadilan restoratif dan kemanusiaan di Polda NTT.
Selain itu beberapa kasus lain dengan tingkat kesulitan tinggi menunjukkan kemampuan Sigit dalam mengelola penyidikan berprofil kompleks. Dia terlahir dan dibesarkan di Kota Salatiga, Jawa Tengah yang telah membentuknya sebagai pribadi yang tenang namun tegas.
Perwira menengah dengan.pangkat melati tiga di pundak ini menekankan pentingnya transparansi publik, komunikasi yang konstruktif dengan media, serta kedekatan dengan komunitas untuk membangun kepercayaan warga terhadap kepolisian.
Dia menjelaskan keseimbangan antara hard skills penyidikan dan soft skills manajerial menjadi kunci dalam pengungkapan setiap kasus. "Teliti dalam mengurai fakta, fokus pada pembuktian, dan tegas dalam mengambil keputusan operasional, adalah hal yang harur terus ditekankan," ujarnya.
Sigit yang dikenal akrab dengan masyarakat dan wartawan ini selain tugas profesional di Polri, ia juga aktif dalam komunitas melalui hobinya bermain sepakbola. Dan itu dibuktikan dengan jabatannya di luar institusi sebagai Presiden Klub Persikota Tangerang. Dan ini yang menambah dimensinya sebagai figur publik yang dekat dengan warga.
Disampaikannya kehidupan sosial harus tercermin dalam hubungan kerja yang harmonis dengan rekan-rekan maupun publik. "Kedekatan ini tidak hanya membangun kepercayaan publik, tetapi juga memperkuat kerja sama antar instansi dalam menegakkan hukum," kata Sigit.
Hobi sepak bola juga menjadi jembatan empati dengan masyarakat luas dan fans klub, sekaligus menambah identitas publiknya sebagai figur olahraga yang disiplin dan profesional. Dalam konteks penegakan hukum di NTT, kepemimpinannya diharapkan mampu memperkuat kapasitas penyidikan tindak pidana umum, serta penegakan hukum yang adil dan transparan.
Pengalaman multidimensional Sigit menghadirkan kombinasi keahlian teknis penyidikan dengan kemampuan manajerial yang dibutuhkan untuk mengelola satuan-satuan intensif di wilayah hukum yang luas dan beragam. Sigit menyampaikan dengan penerapan KUHP dan KUHAP baru juga pihaknya berkomitmen untuk mengedepankan keadilan restoratif dan kemanusiaan di Polda NTT.
(rca)
Lihat Juga :