Di Hadapan Ribuan Pengasuh Ponpes, KH Imam Jazuli Dorong Pesantren Lakukan Perubahan
Senin, 25 Mei 2026 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Untuk luar Jawa diperkirakan per provinsi sekitar 100-150 peserta sehingga estimasi total 3.000. Secara keseluruhan, workshop ini menargetkan 5.000 pengasuh pesantren di seluruh Indonesia. Seluruh kegiatan ini disponsori penuh oleh Pesantren Bina Insan Mulia dan Imam Jazuli Foundation.
Lihat video: Presiden Prabowo Restui Pembentukan Ditjen Pondok Pesantren
Para peserta mendapatkan fasilitas transportasi, akomodasi, sertifikat, dan buku panduan. Peserta juga berkesempatan mendapatkan doorprize untuk menginap di hotel, ziarah Wali Songo, dan jalan-jalan ke luar negeri.
Gerakan di 2026 ini telah dimulai dari pengasuh pesantren Wilayah III Cirebon yang meliputi Cirebon, Kuningan, Majalengka, dan Indramayu. Workshop ini dirancang khusus untuk pengasuh pesantren yang memiliki santri 100 sampai 1.000 santri. Dari hasil seleksi panitia, terpilih sebanyak 108 peserta dari wilayah III Cirebon.
Workshop berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026 dari jam 9.00 sampai 21.00 malam di Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon. Bertindak selaku narasumber tunggal adalah KH. Imam Jazuli.
Kiai Imjaz, panggilan akrab Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, mengingatkan pesantren harus belajar dari runtuhnya korporasi besar dunia yang gagal merespons perubahan dengan cepat. Kematian organisasi bukan karena perubahan, tetapi karena kegagalan strategi dalam menghadapi perubahan.
“Perubahan pesantren sudah dibahas di banyak tempat, tapi yang saya dapat barulah sebatas motivasi. Di workshop ini, saya mendapatkan motivasi, strategi, metode, sistem dan panduan teknis dengan langkah-langkah yang jelas dan terukur untuk melakukan perubahan,” ungkap Pengasuh Pesantren Akmala Sabila, Cirebon KH. Habib Khaerussani.
Lihat video: Presiden Prabowo Restui Pembentukan Ditjen Pondok Pesantren
Para peserta mendapatkan fasilitas transportasi, akomodasi, sertifikat, dan buku panduan. Peserta juga berkesempatan mendapatkan doorprize untuk menginap di hotel, ziarah Wali Songo, dan jalan-jalan ke luar negeri.
Gerakan di 2026 ini telah dimulai dari pengasuh pesantren Wilayah III Cirebon yang meliputi Cirebon, Kuningan, Majalengka, dan Indramayu. Workshop ini dirancang khusus untuk pengasuh pesantren yang memiliki santri 100 sampai 1.000 santri. Dari hasil seleksi panitia, terpilih sebanyak 108 peserta dari wilayah III Cirebon.
Workshop berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026 dari jam 9.00 sampai 21.00 malam di Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon. Bertindak selaku narasumber tunggal adalah KH. Imam Jazuli.
Kiai Imjaz, panggilan akrab Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, mengingatkan pesantren harus belajar dari runtuhnya korporasi besar dunia yang gagal merespons perubahan dengan cepat. Kematian organisasi bukan karena perubahan, tetapi karena kegagalan strategi dalam menghadapi perubahan.
“Perubahan pesantren sudah dibahas di banyak tempat, tapi yang saya dapat barulah sebatas motivasi. Di workshop ini, saya mendapatkan motivasi, strategi, metode, sistem dan panduan teknis dengan langkah-langkah yang jelas dan terukur untuk melakukan perubahan,” ungkap Pengasuh Pesantren Akmala Sabila, Cirebon KH. Habib Khaerussani.
Lihat Juga :