Di Hadapan Ribuan Pengasuh Ponpes, KH Imam Jazuli Dorong Pesantren Lakukan Perubahan
Senin, 25 Mei 2026 - 13:00 WIB
loading...
Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia KH Imam Jazuli mendorong pondok pesantren (ponpes) merespons perubahan dengan cepat. Foto/istimewa
A
A
A
CIREBON - Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia KH Imam Jazuli mendorong pondok pesantren (ponpes) merespons perubahan dengan cepat. Salah satunya dengan melakukan perubahan sistem pembelajaran.
Hal itu diungkap Kiai Imam Jazuli saat workshop bagi para pengasuh pondok pesantren se-Indonesia. Workshop digelar untuk mempercepat transformasi dan inovasi pesantren. Kegiatan ini, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren, sekaligus untuk meningkatkan pertumbuhan jumlah santri di setiap pesantren.
“Banyak peserta workshop terdahulu yang datang ke saya dan menyampaikan bahwa manfaat kegiatan tersebut sangat signifikan bagi perubahan pesantren. Karena itu, kali ini workshop dirancang lebih sistematis, detail, dan membumi. Bahkan akan dilanjutkan dengan pendampingan agar dampaknya lebih powerful,” katanya, Senin (25/5/2026).
Baca juga: Prabowo Tanda Tangani Perpres Pembentukan Ditjen Pesantren
Menurut Kiai Imam Jazuli, workshop untuk pengasuh pesantren ini sejatinya sudah dimulai sejak 2025 untuk skala nasional. “Ketika pesantren semakin mampu menghasilkan santri-santri yang berhasil di dunia dan di akhirat, kepercayaan masyarakat akan semakin kuat,” tambahnya.
Untuk menyasar pengasuh pesantren di 34 provinsi, panitia menargetkan workshop akan dilaksanakan di tiap pekan dan akan selesai di Desember 2026. Target kuota peserta di Pulau Jawa diperkirakan 400 per provinsi sehingga total 2.000 peserta. Khusus untuk Jawa Barat (Jabar) 400 pengasuh pesantren Jabar akan selesai di awal Juni 2026, lalu dilanjutkan untuk workshop 1.600 pengasuh pesantren mulai Juni sampai Agustus 2026 dari Jateng, Jatim, DKI, dan Banten.
Hal itu diungkap Kiai Imam Jazuli saat workshop bagi para pengasuh pondok pesantren se-Indonesia. Workshop digelar untuk mempercepat transformasi dan inovasi pesantren. Kegiatan ini, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren, sekaligus untuk meningkatkan pertumbuhan jumlah santri di setiap pesantren.
“Banyak peserta workshop terdahulu yang datang ke saya dan menyampaikan bahwa manfaat kegiatan tersebut sangat signifikan bagi perubahan pesantren. Karena itu, kali ini workshop dirancang lebih sistematis, detail, dan membumi. Bahkan akan dilanjutkan dengan pendampingan agar dampaknya lebih powerful,” katanya, Senin (25/5/2026).
Baca juga: Prabowo Tanda Tangani Perpres Pembentukan Ditjen Pesantren
Menurut Kiai Imam Jazuli, workshop untuk pengasuh pesantren ini sejatinya sudah dimulai sejak 2025 untuk skala nasional. “Ketika pesantren semakin mampu menghasilkan santri-santri yang berhasil di dunia dan di akhirat, kepercayaan masyarakat akan semakin kuat,” tambahnya.
Untuk menyasar pengasuh pesantren di 34 provinsi, panitia menargetkan workshop akan dilaksanakan di tiap pekan dan akan selesai di Desember 2026. Target kuota peserta di Pulau Jawa diperkirakan 400 per provinsi sehingga total 2.000 peserta. Khusus untuk Jawa Barat (Jabar) 400 pengasuh pesantren Jabar akan selesai di awal Juni 2026, lalu dilanjutkan untuk workshop 1.600 pengasuh pesantren mulai Juni sampai Agustus 2026 dari Jateng, Jatim, DKI, dan Banten.
Lihat Juga :