Tetesan Getah Karet, Tumpuan Hidup Masyarakat Perkebunan
Senin, 21 September 2020 - 04:43 WIB
loading...
A
A
A
Kata dia, penghasilan sebagai penyadap getah karet cukup lumayan dan bisa untuk menghidupi keluarga kecilnya. Dalam sehari, Andi bisa mengumpulkan getah karet 4-5 kg. Hal itu karena pohon yang dia sadap usianya tergolong muda. Dua kali dalam seminggu,ia bisa mengantongi penghasilan antara 700 - 900 ribu.
"Mungkin saya akan menekuni sebagai penyadap ini sampai tua, karena bagi saya memang enak kerja disini," imbuhnya.
Asisten Kepala Kebun Renteng, Agustinus Wahyu Widodo, menjelaskan perkebunan karet Renteng ini merupakan bagian dari PT. Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII). Karet sendiri, kata dia, saat ini menjadi salah satu komoditas utama di perkebunan tersebut. Dari total lahan seluas 1980 hektar, 821 hektar adalah tanaman karet.
(Baca juga: Dirazia Karena Tak Pakai Masker, Pengunjung Warkop di Tuban Omeli Petugas )
Ia melanjutkan, hasil produksi karet alam dari perkebunan Renteng ini menjadi bahan baku utama produk ban kelas dunia. Namun, sebelum di ekspor, getah karet atau lateks dari perkebunan diolah sendiri di pabrik Renteng.
"Mungkin saya akan menekuni sebagai penyadap ini sampai tua, karena bagi saya memang enak kerja disini," imbuhnya.
Asisten Kepala Kebun Renteng, Agustinus Wahyu Widodo, menjelaskan perkebunan karet Renteng ini merupakan bagian dari PT. Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII). Karet sendiri, kata dia, saat ini menjadi salah satu komoditas utama di perkebunan tersebut. Dari total lahan seluas 1980 hektar, 821 hektar adalah tanaman karet.
(Baca juga: Dirazia Karena Tak Pakai Masker, Pengunjung Warkop di Tuban Omeli Petugas )
Ia melanjutkan, hasil produksi karet alam dari perkebunan Renteng ini menjadi bahan baku utama produk ban kelas dunia. Namun, sebelum di ekspor, getah karet atau lateks dari perkebunan diolah sendiri di pabrik Renteng.
Lihat Juga :