Satelit N5 Sasar Daerah Terpencil dan Terluar
Jum'at, 15 Mei 2026 - 19:25 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, mengapresiasi langkah progresif yang dilakukan PT Satelit Nusantara Lima dalam mendukung pemerintah mengentaskan kesenjangan akses internet. Edwin menekankan bahwa kehadiran Satelit N5 merupakan aset strategis bagi penguatan ekosistem digital nasional, di mana Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan kecepatan internet di Indonesia rata-rata menjadi 100 Mbps pada 2029.
“Pemerintah terus mendorong percepatan pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia. Kelulusan ULO Satelit N5 ini membuktikan infrastruktur ini telah siap secara teknis untuk mendukung agenda besar transformasi digital nasional,” ucapnya.
Karenanya, pihaknya berharap kehadiran kapasitas sebesar 160 Gbps ini dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat layanan publik di daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses digital.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi, Falatehan, yang bertanggung jawab langsung atas pelaksanaan teknis pengujian di lapangan, menyatakan bahwa seluruh rangkaian uji telah dilakukan secara komprehensif, transparan dan ketat, dengan mengacu pada standar dan ketentuan yang termaktub di dalam Peraturan Menteri Kominfo No. 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.
ULO ini untuk memvalidasi bahwa sistem Satelit N5 dapat dioperasikan secara efektif, aman, dan sesuai regulasi. “Hasilnya menunjukkan bahwa sistem Satelit N5 memiliki performa yang laik untuk dioperasikan secara komersial. Kepastian kelayakan ini sangat penting demi melindungi hak-hak pengguna jasa telekomunikasi di masa depan agar mendapatkan layanan yang berkualitas dan andal,” pungkasnya.
“Pemerintah terus mendorong percepatan pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia. Kelulusan ULO Satelit N5 ini membuktikan infrastruktur ini telah siap secara teknis untuk mendukung agenda besar transformasi digital nasional,” ucapnya.
Karenanya, pihaknya berharap kehadiran kapasitas sebesar 160 Gbps ini dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat layanan publik di daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses digital.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi, Falatehan, yang bertanggung jawab langsung atas pelaksanaan teknis pengujian di lapangan, menyatakan bahwa seluruh rangkaian uji telah dilakukan secara komprehensif, transparan dan ketat, dengan mengacu pada standar dan ketentuan yang termaktub di dalam Peraturan Menteri Kominfo No. 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.
ULO ini untuk memvalidasi bahwa sistem Satelit N5 dapat dioperasikan secara efektif, aman, dan sesuai regulasi. “Hasilnya menunjukkan bahwa sistem Satelit N5 memiliki performa yang laik untuk dioperasikan secara komersial. Kepastian kelayakan ini sangat penting demi melindungi hak-hak pengguna jasa telekomunikasi di masa depan agar mendapatkan layanan yang berkualitas dan andal,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :