Satelit N5 Sasar Daerah Terpencil dan Terluar
Jum'at, 15 Mei 2026 - 19:25 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) Adi Rahman Adiwoso, mengatakan kelulusan ULO ini merupakan salah satu fase krusial sebelum Satelit N5 secara komersial melayani masyarakat secara luas, khususnya yang berada di daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T) yang selama ini belum menikmati layanan internet berkualitas tinggi.
Pencapaian tersebut juga menandakan keberhasilan PSN dalam mengimplementasikan program kerja dan melakukan integrasi seluruh jaringan satelit dan ruas bumi di seluruh wilayah Indonesia yang presisi sehingga berjalan sesuai rencana yang ditetapkan internal.
“Kami bersyukur Satelit Nusantara Lima telah berhasil melewati tahapan Uji Laik Operasi oleh tim evaluator dan kini telah mendapatkan izin JARTUPSAT serta VSAT dari Komdigi,” kata Adi dalam siaran persnya, Jumat (15/5/2026).
Adi menegaskan akselerasi ini, bukti komitmen pihaknya menghadirkan infrastruktur satelit yang tidak hanya tercanggih secara teknologi, tetapi juga sepenuhnya patuh pada standar regulasi nasional. “Kami siap menjalankan misi besar selanjutnya sekaligus mendukung terwujudnya program Asta Cita untuk mengakselerasi pemerataan konektivitas dan mengeliminasi kesenjangan akses internet di pelosok Nusantara,” kata Adi.
Pelaksanaan ULO di Gateway Banjarbaru ini turut ditinjau langsung Direktur Jenderal (Dirjen) Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah, JF Penata dan Penyelenggara Pos dan Informatika Ahli Utama Ir. Geryantika Kurnia, serta Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan. Pemilihan lokasi di Gateway Banjarbaru dinilai strategis mengingat peran penting stasiun bumi ini dalam mendukung distribusi kapasitas bandwidth ke wilayah Indonesia Tengah dan Timur.
Pencapaian tersebut juga menandakan keberhasilan PSN dalam mengimplementasikan program kerja dan melakukan integrasi seluruh jaringan satelit dan ruas bumi di seluruh wilayah Indonesia yang presisi sehingga berjalan sesuai rencana yang ditetapkan internal.
“Kami bersyukur Satelit Nusantara Lima telah berhasil melewati tahapan Uji Laik Operasi oleh tim evaluator dan kini telah mendapatkan izin JARTUPSAT serta VSAT dari Komdigi,” kata Adi dalam siaran persnya, Jumat (15/5/2026).
Adi menegaskan akselerasi ini, bukti komitmen pihaknya menghadirkan infrastruktur satelit yang tidak hanya tercanggih secara teknologi, tetapi juga sepenuhnya patuh pada standar regulasi nasional. “Kami siap menjalankan misi besar selanjutnya sekaligus mendukung terwujudnya program Asta Cita untuk mengakselerasi pemerataan konektivitas dan mengeliminasi kesenjangan akses internet di pelosok Nusantara,” kata Adi.
Pelaksanaan ULO di Gateway Banjarbaru ini turut ditinjau langsung Direktur Jenderal (Dirjen) Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah, JF Penata dan Penyelenggara Pos dan Informatika Ahli Utama Ir. Geryantika Kurnia, serta Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan. Pemilihan lokasi di Gateway Banjarbaru dinilai strategis mengingat peran penting stasiun bumi ini dalam mendukung distribusi kapasitas bandwidth ke wilayah Indonesia Tengah dan Timur.
Lihat Juga :