Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati di Pati, Gus Salam Minta Pelaku Ditindak Tegas
Selasa, 05 Mei 2026 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
“Lima puluhan korban dari keluarga kurang mampu, sebagiannya yatim. Pemerintah harus dan segera memberi perlindungan secara menyeluruh kepada korban dan keluarganya,” kata Gus Salam yang baru datang dari lawatan Silaturahmi PWNU - PCNU se DKI di Jakarta dalam ikhtiar khidmat PBNU pada Muktamar ke-35, Selasa (5/5/2026).
Gus Salam mengaku tidak bisa membayangkan derita para korban baik dari sisi ekonomi, psikologi, sosial, terutama masa depan para korban yang masih usia sekolah. Baginya, pemerintah dengan skema programnya harus bisa membangkitkan semangat mereka untuk bersekolah meraih cita-citanya.
Lihat video: Geger! Warga Kepung Rumah Kyai yang C4b*l1 50 Santriwati
”Perlu juga skema program untuk pemulihan ekonomi keluarganya. Ya itu. Keprihatinan mendalam tidak hanya kita rasakan untuk korban dan keluarga. Komunitas pesantren pun sangat terpukul oleh ulah oknum, seperti itu. Tapi itu tadi kita minta, negara dan pemerintah wajib hadir untuk mereka dengan perlindungan serta pemulihan kondisi korban dan keluarganya,” tambahnya.
Bagi Gus Salam, kejadian yang merusak citra pesantren seperti di Tlogosari, Pati tidak hanya sekali dua kali. Dirinya yang lebih 5 tahun bermitra dengan beberapa akademisi dan praktisi dari kalangan NU melalui tim kerja advokasi untuk pesantren ramah anak, terutama di Jawa Timur menemukan banyak kasus tindak kekerasan dan pelecehan di lingkungan pesantren.
“Tragedi Tlogosari, Pati dan kejadian serupa harus menjadi momentum bagi pesantren dan jam’iyyah NU di semua tingkatan untuk instrospeksi supaya kejadian serupa tidak terulang. Pesantren seperti kita ini harus bersikap reflektif. Menyadari kekurangan, mencari celah-celah kelemahan supaya bisa kita perbaiki sebaik mungkin untuk khidmah ilmu dan generasi masa depan. Itu sepenuhnya amanat,” ucapnya.
Gus Salam mengaku tidak bisa membayangkan derita para korban baik dari sisi ekonomi, psikologi, sosial, terutama masa depan para korban yang masih usia sekolah. Baginya, pemerintah dengan skema programnya harus bisa membangkitkan semangat mereka untuk bersekolah meraih cita-citanya.
Lihat video: Geger! Warga Kepung Rumah Kyai yang C4b*l1 50 Santriwati
”Perlu juga skema program untuk pemulihan ekonomi keluarganya. Ya itu. Keprihatinan mendalam tidak hanya kita rasakan untuk korban dan keluarga. Komunitas pesantren pun sangat terpukul oleh ulah oknum, seperti itu. Tapi itu tadi kita minta, negara dan pemerintah wajib hadir untuk mereka dengan perlindungan serta pemulihan kondisi korban dan keluarganya,” tambahnya.
Bagi Gus Salam, kejadian yang merusak citra pesantren seperti di Tlogosari, Pati tidak hanya sekali dua kali. Dirinya yang lebih 5 tahun bermitra dengan beberapa akademisi dan praktisi dari kalangan NU melalui tim kerja advokasi untuk pesantren ramah anak, terutama di Jawa Timur menemukan banyak kasus tindak kekerasan dan pelecehan di lingkungan pesantren.
“Tragedi Tlogosari, Pati dan kejadian serupa harus menjadi momentum bagi pesantren dan jam’iyyah NU di semua tingkatan untuk instrospeksi supaya kejadian serupa tidak terulang. Pesantren seperti kita ini harus bersikap reflektif. Menyadari kekurangan, mencari celah-celah kelemahan supaya bisa kita perbaiki sebaik mungkin untuk khidmah ilmu dan generasi masa depan. Itu sepenuhnya amanat,” ucapnya.
Lihat Juga :