Tangsel One dan Helita Diluncurkan, Pelayanan Publik Dimulai dari Percakapan
Jum'at, 01 Mei 2026 - 10:43 WIB
loading...
A
A
A
Benyamin memberi contoh sederhana. Jika warga ingin mengurus Persetujuan Bangunan Gedung atau PBG, warga dapat bertanya kepada Helita mengenai syarat dan alurnya. Sistem kemudian memberi petunjuk dokumen yang perlu disiapkan, termasuk kemungkinan mengunggah dokumen yang dibutuhkan.
“Basisnya memang AI, tapi diperluas untuk bukan saja sekadar informasi, tapi juga layanan-layanan publik yang lain. Misalnya, saya pengin bikin PBG, apa aja syaratnya? Ya ini, ini, ini, tolong siapin KTP-nya. Nanti di-upload, nanti Helita yang ke dinas teknisnya,” jelasnya.
Benyamin menyebut Helita sebagai pendamping Pemkot Tangsel dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat. Layanan ini juga disiapkan untuk aktif selama 24 jam, tujuh hari dalam seminggu. Baca juga: Pemkot Tangsel Raih Predikat Kota Berkinerja Tinggi dari Kemendagri
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin, menjelaskan basis chat dipilih karena dekat dengan keseharian masyarakat. Pemerintah tidak ingin warga dipaksa memahami sistem yang rumit. Sistemlah yang harus dibuat lebih mudah mengikuti kebiasaan warga.
“Kenapa Helita ini kita buat basisnya chat? Karena supaya memudahkan. Jadi masyarakat sudah tidak perlu lagi buka aplikasi dan sebagainya. Yang sangat mudah ini sebetulnya keseharian warga. Keseharian warga itu apa? Ya biasa chat,” katanya.
“Basisnya memang AI, tapi diperluas untuk bukan saja sekadar informasi, tapi juga layanan-layanan publik yang lain. Misalnya, saya pengin bikin PBG, apa aja syaratnya? Ya ini, ini, ini, tolong siapin KTP-nya. Nanti di-upload, nanti Helita yang ke dinas teknisnya,” jelasnya.
Benyamin menyebut Helita sebagai pendamping Pemkot Tangsel dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat. Layanan ini juga disiapkan untuk aktif selama 24 jam, tujuh hari dalam seminggu. Baca juga: Pemkot Tangsel Raih Predikat Kota Berkinerja Tinggi dari Kemendagri
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin, menjelaskan basis chat dipilih karena dekat dengan keseharian masyarakat. Pemerintah tidak ingin warga dipaksa memahami sistem yang rumit. Sistemlah yang harus dibuat lebih mudah mengikuti kebiasaan warga.
“Kenapa Helita ini kita buat basisnya chat? Karena supaya memudahkan. Jadi masyarakat sudah tidak perlu lagi buka aplikasi dan sebagainya. Yang sangat mudah ini sebetulnya keseharian warga. Keseharian warga itu apa? Ya biasa chat,” katanya.
(poe)
Lihat Juga :