Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, AHY: Butuh Pembenahan Tataran Operasional
Selasa, 28 April 2026 - 19:56 WIB
loading...
A
A
A
AHY menuturkan pembangunan flyover dinilai efektif sebagai solusi mencegah kecelakaan kereta di perlintasan sebidang yang padat dilalui kendaraan. Pembangunan flyover perlu pendekatan yang komprehensif antara pengelola jalan darat dengan pihak KAI.
"Kita ingin memastikan juga hadir solusi infrastruktur. Misalnya, ketika ada lintasan-lintasan sebidang yang memang sangat padat di sejumlah kota, itu perlu kita bangun flyover atau underpass," tuturnya.
Kecelakaan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Insiden ini dipicu taksi hijau yang mengalami mati mesin di perlintasan sebidang Ampera, Bulak Kapal, Bekasi Timur.
Taksi yang berhenti di perlintasan sebidang ditabrak KRL Commuter Line dari Cikarang menuju Jakarta. Tabrakan itu membuat jalur kereta untuk sementara tidak bisa dilintasi.
Di saat yang bersamaan, KRL Commuter Line arah sebaliknya ingin melanjutkan perjalanan menuju Cikarang. Namun, tidak bisa melintas akibat tertahan di Stasiun Bekasi Timur.
Ketika KRL tujuan Cikarang tertahan di Stasiun Bekasi Timur tiba-tiba KA Argo Bromo Anggrek melaju kencang dari arah Jakarta menabrak bagian belakang kereta komuter. Dari data sementara, korban meninggal sebanyak 15 orang dan luka-luka berjumlah 88 orang.
"Kita ingin memastikan juga hadir solusi infrastruktur. Misalnya, ketika ada lintasan-lintasan sebidang yang memang sangat padat di sejumlah kota, itu perlu kita bangun flyover atau underpass," tuturnya.
Kecelakaan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Insiden ini dipicu taksi hijau yang mengalami mati mesin di perlintasan sebidang Ampera, Bulak Kapal, Bekasi Timur.
Taksi yang berhenti di perlintasan sebidang ditabrak KRL Commuter Line dari Cikarang menuju Jakarta. Tabrakan itu membuat jalur kereta untuk sementara tidak bisa dilintasi.
Di saat yang bersamaan, KRL Commuter Line arah sebaliknya ingin melanjutkan perjalanan menuju Cikarang. Namun, tidak bisa melintas akibat tertahan di Stasiun Bekasi Timur.
Ketika KRL tujuan Cikarang tertahan di Stasiun Bekasi Timur tiba-tiba KA Argo Bromo Anggrek melaju kencang dari arah Jakarta menabrak bagian belakang kereta komuter. Dari data sementara, korban meninggal sebanyak 15 orang dan luka-luka berjumlah 88 orang.
(jon)
Lihat Juga :