Polisi Apresiasi Inovasi GPS hingga Panic Button Warga RT11 Ciptakan Lingkungan Aman
Senin, 27 April 2026 - 18:54 WIB
loading...
Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Doddy Ginanjar, mengaku bangga dengan terobosan yang dilakukan oleh Ketua RT11. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ciptakan lingkungan aman dan modern, warga RT11/07, Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan melakukan inovasi . Salah satunya dengan menerapkan sistem keamanan berbasis teknologi. Inovasi tersebut meliputi penggunaan e-Gate 11 berbasis kartu RFID, pemasangan CCTV, serta penyediaan GPS kendaraan dan panic button sebagai sistem tanggap darurat.
Panic button yang tersedia memungkinkan warga melaporkan kondisi darurat secara instan. Saat ditekan, alat ini akan membunyikan sirine, sehingga mempercepat respons terhadap kejadian seperti pencurian, kebakaran, atau kondisi medis darurat.
Apresiasi atas inovasi ini disampaikan langsung oleh jajaran kepolisian saat melakukan kunjungan pemantauan kegiatan Satkamling di wilayah tersebut.
Baca juga: Gelar Jum’at Curhat, Kapolres Tanjung Priok Ajak Warga Ciptakan Kamtibmas
Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Doddy Ginanjar, mengaku bangga dengan terobosan yang dilakukan oleh Ketua RT11. Doddy menilai sistem e-Gate yang mengharuskan penggunaan kartu akses berhasil meningkatkan keamanan lingkungan secara signifikan.
“Saya merasa bangga dan senang melihat inovasi yang dilakukan. Dengan adanya e-Gate ini, angka curanmor yang sebelumnya tinggi kini menjadi nol. Ini patut dicontoh oleh RT lain di Jakarta Selatan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Selain aspek keamanan, Doddy juga menyoroti keberhasilan warga dalam merapikan lingkungan serta menyatukan hubungan sosial antara penduduk asli dan warga pendatang. “Menyatukan warga itu butuh effort besar. Di sini terlihat kekompakan dan keharmonisan yang luar biasa,” ucapnya.
Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma menilai integrasi antara teknologi dan sistem sosial di lingkungan RT tersebut sebagai langkah progresif.
“Membangun ekosistem antara lingkungan dan teknologi seperti ini merupakan hal luar biasa. Dengan CCTV, alarm darurat, dan sistem pemanggilan warga saat situasi genting, ini sangat membantu tugas kepolisian dan patut menjadi contoh bagi wilayah lain,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua RT 11/07, Iptu Imam Basori, menjelaskan bahwa sistem keamanan di wilayahnya kini telah terintegrasi secara modern melalui kombinasi teknologi dan partisipasi aktif warga.
Imam memaparkan kegiatan Satkamling tidak hanya sebatas ronda, tetapi telah berkembang menjadi sistem terpadu, mulai dari patroli rutin, kontrol akses tamu, monitoring kendaraan.
Beberapa inovasi unggulan yang diterapkan antara lain: e-Gate 11 dengan akses terbatas bagi warga terdaftar, Pemantauan CCTV real-time di pos kamling dan beberapa smartphone warga, Penggunaan GPS untuk kendaraan warga. Serta Respons cepat melalui panic button.
Selain itu, warga juga aktif menjaga solidaritas melalui koordinasi antar petugas, pengecekan rumah kosong, hingga penanganan cepat gangguan kamtibmas.
“Keamanan bukan hanya tugas petugas, tapi tanggung jawab bersama. Dengan teknologi dan kebersamaan warga, kami ingin menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis,” ujar Imam Basori.
Dengan berbagai inovasi tersebut, RT 11 RW 07 kini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara masyarakat dan teknologi mampu menciptakan sistem keamanan lingkungan yang efektif dan berkelanjutan. Polisi pun berharap model ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari penguatan keamanan berbasis masyarakat.
Panic button yang tersedia memungkinkan warga melaporkan kondisi darurat secara instan. Saat ditekan, alat ini akan membunyikan sirine, sehingga mempercepat respons terhadap kejadian seperti pencurian, kebakaran, atau kondisi medis darurat.
Apresiasi atas inovasi ini disampaikan langsung oleh jajaran kepolisian saat melakukan kunjungan pemantauan kegiatan Satkamling di wilayah tersebut.
Baca juga: Gelar Jum’at Curhat, Kapolres Tanjung Priok Ajak Warga Ciptakan Kamtibmas
Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Doddy Ginanjar, mengaku bangga dengan terobosan yang dilakukan oleh Ketua RT11. Doddy menilai sistem e-Gate yang mengharuskan penggunaan kartu akses berhasil meningkatkan keamanan lingkungan secara signifikan.
“Saya merasa bangga dan senang melihat inovasi yang dilakukan. Dengan adanya e-Gate ini, angka curanmor yang sebelumnya tinggi kini menjadi nol. Ini patut dicontoh oleh RT lain di Jakarta Selatan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Selain aspek keamanan, Doddy juga menyoroti keberhasilan warga dalam merapikan lingkungan serta menyatukan hubungan sosial antara penduduk asli dan warga pendatang. “Menyatukan warga itu butuh effort besar. Di sini terlihat kekompakan dan keharmonisan yang luar biasa,” ucapnya.
Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma menilai integrasi antara teknologi dan sistem sosial di lingkungan RT tersebut sebagai langkah progresif.
“Membangun ekosistem antara lingkungan dan teknologi seperti ini merupakan hal luar biasa. Dengan CCTV, alarm darurat, dan sistem pemanggilan warga saat situasi genting, ini sangat membantu tugas kepolisian dan patut menjadi contoh bagi wilayah lain,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua RT 11/07, Iptu Imam Basori, menjelaskan bahwa sistem keamanan di wilayahnya kini telah terintegrasi secara modern melalui kombinasi teknologi dan partisipasi aktif warga.
Imam memaparkan kegiatan Satkamling tidak hanya sebatas ronda, tetapi telah berkembang menjadi sistem terpadu, mulai dari patroli rutin, kontrol akses tamu, monitoring kendaraan.
Beberapa inovasi unggulan yang diterapkan antara lain: e-Gate 11 dengan akses terbatas bagi warga terdaftar, Pemantauan CCTV real-time di pos kamling dan beberapa smartphone warga, Penggunaan GPS untuk kendaraan warga. Serta Respons cepat melalui panic button.
Selain itu, warga juga aktif menjaga solidaritas melalui koordinasi antar petugas, pengecekan rumah kosong, hingga penanganan cepat gangguan kamtibmas.
“Keamanan bukan hanya tugas petugas, tapi tanggung jawab bersama. Dengan teknologi dan kebersamaan warga, kami ingin menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis,” ujar Imam Basori.
Dengan berbagai inovasi tersebut, RT 11 RW 07 kini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara masyarakat dan teknologi mampu menciptakan sistem keamanan lingkungan yang efektif dan berkelanjutan. Polisi pun berharap model ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari penguatan keamanan berbasis masyarakat.
(cip)
Lihat Juga :