Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sabtu, 25 April 2026 - 07:14 WIB
loading...
A
A
A
Rombongan Soeharto sampai di Istana Kepresidenan Bosnia yang memprihatinkan. Di Istana itu tidak ada air, sehingga air bersih harus diambil dengan ember.
Soeharto disambut hangat Presiden Bosnia Alija Izetbegovic. Keduanya berbincang tak kurang dari 1,5 jam dilanjutkan dengan jamuan makan siang. Soeharto lalu memerintahkan Menlu Ali Alatas untuk memberikan keterangan pers di ruangan lainnya.
Saat pertemuan Soeharto dan Alija Izetbegovic, proyektil meriam jatuh sekitar 3 km dari Istana Kepresidenan. Sjafrie lalu memberitahukan Soeharto bahwa sisa waktu hanya 3 jam karena situasi semakin mencekam.
Suara tembakan terdengar dari kejauhan. Prajurit-prajurit juga terlihat bersiaga. Setelah tiga jam melaksanakan kunjungan, Soeharto kembali ke Indonesia.
"Melihat Pak Harto begitu tenang, moral, dan kepercayaan diri kami sebagai pengawalnya pun ikut kuat, tenang, dan mantap. Presiden saja berani, mengapa kami harus gelisah,” ujar Sjafrie.
Soeharto disambut hangat Presiden Bosnia Alija Izetbegovic. Keduanya berbincang tak kurang dari 1,5 jam dilanjutkan dengan jamuan makan siang. Soeharto lalu memerintahkan Menlu Ali Alatas untuk memberikan keterangan pers di ruangan lainnya.
Saat pertemuan Soeharto dan Alija Izetbegovic, proyektil meriam jatuh sekitar 3 km dari Istana Kepresidenan. Sjafrie lalu memberitahukan Soeharto bahwa sisa waktu hanya 3 jam karena situasi semakin mencekam.
Suara tembakan terdengar dari kejauhan. Prajurit-prajurit juga terlihat bersiaga. Setelah tiga jam melaksanakan kunjungan, Soeharto kembali ke Indonesia.
"Melihat Pak Harto begitu tenang, moral, dan kepercayaan diri kami sebagai pengawalnya pun ikut kuat, tenang, dan mantap. Presiden saja berani, mengapa kami harus gelisah,” ujar Sjafrie.
(jon)
Lihat Juga :