Calon Ketum PBNU Gus Salam Temui Sejumlah Tokoh NU Jawa Barat
Kamis, 23 April 2026 - 17:44 WIB
loading...
A
A
A
Di samping sebagai dokter, pengurus juga berperan sebagai orang tua yang membimbing keluarganya, menjadi sahabat sejati bagi warga NU yang ingin berkeluh kesah, dan sekaligus menjadi motivator bagi warga Nahdliyyin.
“Jadilah pengurus, bukan pemimpin. Karena didalam NU yang dibutuhkan adalah pengurus yang mengurusi kebutuhan warga, melayani segala keluhan umat,” kata Gus Salam menirukan pesan Ajengan KH M. Nuh Addawami yang juga pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat 2016-2021.
Gus Salam menambahkan, pesan Ajengan Addawami merupakan penegasan reflektif dari dawuh pendiri NU hadratussyeikh KH M. Hasyim Asy’ari.
“Barangsiapa yang mau mengurus NU, akan aku anggap sebagai santriku. Siapa yang menjadi santriku, akan kudoakan khusnul khatimah beserta anak-cucunya,” ucapnya.
Sebagai santri, kata Gus Salam, dirinya mengikuti arahan, perintah dan nasihat guru-kiai serta masyayikh NU. ”Ketika saya diperintah untuk ikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU melalui muktamar ke35, nanti, saya tetap sam’an wa tho’atan. Bila saya ditakdirkan menjadi pimpinan PBNU, kelak sesungguhnya saya bukanlah pemimpin, tapi santri yang meladeni atau mengurus NU. Pemimpin NU tetaplah Hadratussyeikh Mbah Hasyim As’ari, Mbah Wahab, Mbah Bishri dan Para Pendahulu NU,” ucapnya.
“Jadilah pengurus, bukan pemimpin. Karena didalam NU yang dibutuhkan adalah pengurus yang mengurusi kebutuhan warga, melayani segala keluhan umat,” kata Gus Salam menirukan pesan Ajengan KH M. Nuh Addawami yang juga pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat 2016-2021.
Gus Salam menambahkan, pesan Ajengan Addawami merupakan penegasan reflektif dari dawuh pendiri NU hadratussyeikh KH M. Hasyim Asy’ari.
“Barangsiapa yang mau mengurus NU, akan aku anggap sebagai santriku. Siapa yang menjadi santriku, akan kudoakan khusnul khatimah beserta anak-cucunya,” ucapnya.
Sebagai santri, kata Gus Salam, dirinya mengikuti arahan, perintah dan nasihat guru-kiai serta masyayikh NU. ”Ketika saya diperintah untuk ikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU melalui muktamar ke35, nanti, saya tetap sam’an wa tho’atan. Bila saya ditakdirkan menjadi pimpinan PBNU, kelak sesungguhnya saya bukanlah pemimpin, tapi santri yang meladeni atau mengurus NU. Pemimpin NU tetaplah Hadratussyeikh Mbah Hasyim As’ari, Mbah Wahab, Mbah Bishri dan Para Pendahulu NU,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :