Calon Ketum PBNU Gus Salam Temui Sejumlah Tokoh NU Jawa Barat

Kamis, 23 April 2026 - 17:44 WIB
loading...
Calon Ketum PBNU Gus...
KH Bishri Syansuri KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam menemui sejumlah tokoh NU di Bandung dan Garut, Jawa Barat. Foto/istimewa
A A A
BANDUNG - Pengasuh PP Daarul Ma’arif, Margaasih Bandung, Jawa Barat KH Sofyan Yahya atau Ajengan Sofyan menekankan pentingnya kemandirian Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu agar NU tidak bergantung kepada pihak eksternal.

Pesan tersebut disampaikan Ketua PWNU Jawa Barat periode 1999-2006 tersebut saat menerima kunjungan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang, Jawa Timur (Jatim) sekaligus cucu pendiri NU KH Bishri Syansuri KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam.

Dalam silaturahmi ini, Gus Salam didampingi dzurriyah PP Lirboyo Kediri. Kunjungan tersebut merupakan ikhtiar menjalankan perintah guru dan kiai di pesantren Jawa Timur untuk menjadi Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU.

Baca juga: Menag Nasaruddin Umar: NU Mampu Menjembatani Peradaban Timur dan Barat

“NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakat harus bangkit dengan kemandiriannya, agar kuat. Dan, tidak bergantung pada pihak eksternal,” kata Gus Ayis, panggilan KH Arif Afifuddin, cucu Mbah Yai Abdul Karim, pendiri PP Lirboyo Kediri menirukan pesan Ajengan Sofyan.

Gus Ayis yang mendampingi Gus Salam menjelaskan, Ajengan Sofyan selalu memperhatikan perkembangan NU. Beliau memiliki harapan besar agar NU benar-benar mandiri sebagai jam’iyyah yang mempunyai tugas dan tanggung jawab besar, sebagaimana karakter pesantren dibangun diatas kemandiriannya. Karenanya, NU dan Pesantren tidak bisa dipisahkan.

“Ketua Umum PBNU harus dari kader pesantren. Dan, saatnya dzurriyah muassis NU tampil menjadi pimpinan tanfidziyah PBNU,” ujar Gus Ayis.

Lihat video: Harlah NU ke-100! Tokoh Nasional & Menteri Hadir di Momen Bersejarah


Terpisah, Gus Salam menyatakan sowan ke KH Sofyan Yahya untuk tabarrukan teladan pengalaman beliau dalam memimpin NU Jawa Barat. Termasuk memohon doa restu atas iktiarnya dalam Muktamar ke-35.

“Ajengan Sofyan memberi penegasan bahwa NU adalah benteng akhlak dan moralitas dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Dan, harus tetap dijaga sampai kapan pun serta dalam kondisi apa pun. Semua dinamika Muktamar harus dilandasi akhlak yang baik dan terhindar dari money politics,” tambahnya menirukan pesan Ajengan Sofyan.

Sedangkan, Mustasyar PBNU sekaligus Pengasuh PP Nurul Huda, Cibojong Cisurupan, Garut KH M. Nuh Addawami ini menuturkan menjadi pengurus dalam jam’iyyah NU harus mampu berperan sebagai dokter bagi mereka yang sakit.

Di samping sebagai dokter, pengurus juga berperan sebagai orang tua yang membimbing keluarganya, menjadi sahabat sejati bagi warga NU yang ingin berkeluh kesah, dan sekaligus menjadi motivator bagi warga Nahdliyyin.

“Jadilah pengurus, bukan pemimpin. Karena didalam NU yang dibutuhkan adalah pengurus yang mengurusi kebutuhan warga, melayani segala keluhan umat,” kata Gus Salam menirukan pesan Ajengan KH M. Nuh Addawami yang juga pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat 2016-2021.

Gus Salam menambahkan, pesan Ajengan Addawami merupakan penegasan reflektif dari dawuh pendiri NU hadratussyeikh KH M. Hasyim Asy’ari.

“Barangsiapa yang mau mengurus NU, akan aku anggap sebagai santriku. Siapa yang menjadi santriku, akan kudoakan khusnul khatimah beserta anak-cucunya,” ucapnya.

Sebagai santri, kata Gus Salam, dirinya mengikuti arahan, perintah dan nasihat guru-kiai serta masyayikh NU. ”Ketika saya diperintah untuk ikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU melalui muktamar ke35, nanti, saya tetap sam’an wa tho’atan. Bila saya ditakdirkan menjadi pimpinan PBNU, kelak sesungguhnya saya bukanlah pemimpin, tapi santri yang meladeni atau mengurus NU. Pemimpin NU tetaplah Hadratussyeikh Mbah Hasyim As’ari, Mbah Wahab, Mbah Bishri dan Para Pendahulu NU,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Rekomendasi
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
Sinopsis Don’t Mess...
Sinopsis Don’t Mess with the Blind Heiress di V+Short, Kisah Sang Pewaris Buta
Pigai Sebut Masyarakat...
Pigai Sebut Masyarakat Indonesia Belum Siap Terima LGBT
Berita Terkini
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
Kronologi Kecelakaan...
Kronologi Kecelakaan Maut Truk Rem Blong di Bekasi Timur, 1 Orang Tewas dan 5 Luka
Infografis
10 Tokoh Dianugerahi...
10 Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved