Halal Industrial Park Sidoarjo Diproyeksi Jadi Industri Halal Skala Global
Senin, 20 April 2026 - 20:13 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya sektor manufaktur, pengembangan kawasan ini juga membuka peluang bagi industri jasa, termasuk jasa keuangan dan berbagai layanan pendukung lainnya yang memiliki atribusi halal, sehingga membentuk ekosistem halal yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari pengembangan tersebut, PT Makmur Berkah Amanda Tbk juga memiliki rekam jejak yang kuat dalam pengelolaan kawasan industri melalui kawasan industri SAFE ‘n’ LOCK yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun.
Kawasan ini telah dipercaya oleh lebih dari 500 tenant dari berbagai negara, di antaranya Kimberly-Clark Softex, Sharp Corporation, Oriflame, Wings Group Indonesia, Mayora Group, serta Mixue. Pengalaman ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) sebagai kawasan industri halal yang terintegrasi dan berdaya saing global.
KEK ini diusulkan oleh PT Makmur Berkah Amanda Tbk dengan target realisasi investasi mencapai Rp97,8 triliun hingga tahun 2054 serta potensi penyerapan tenaga kerja lebih dari 300 ribu orang. Skala pengembangan ini mencerminkan besarnya peran strategis KEK Industri Halal Sidoarjo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat daya saing industri halal Indonesia di tingkat global.
Pengembangan Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) telah memperoleh dukungan dari Kementerian Perindustrian, Dewan Nasional KEK, serta Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), yang menegaskan kesiapan ekosistem dari sisi kebijakan maupun implementasi.
Direktur Utama PT Makmur Berkah Amanda Tbk Adi Saputra Tedja Surya, menyampaikan bahwa keberadaan insentif pemerintah melalui penetapan Kawasan Ekonomi Khusus akan menjadi faktor kunci dalam percepatan pengembangan industri halal nasional.
“Insentif-insentif yang diberikan pemerintah melalui Kawasan Ekonomi Khusus Industri Halal Sidoarjo diharapkan dapat mempercepat perkembangan industri halal di Indonesia. Dengan dukungan ketersediaan bahan baku, besarnya populasi muslim, serta sistem sertifikasi halal yang berada di bawah BPJPH, Indonesia memiliki fondasi yang sangat kuat untuk semakin mendekatkan diri pada target sebagai pusat global halal hub,” ujar Adi, Senin (20/4/2026).
“Semangat kami sejalan dengan arahan Presiden terkait pentingnya industrialisasi dan peningkatan penyerapan tenaga kerja untuk memperkuat perekonomian Indonesia,” sambungnya.
Kawasan ini telah dipercaya oleh lebih dari 500 tenant dari berbagai negara, di antaranya Kimberly-Clark Softex, Sharp Corporation, Oriflame, Wings Group Indonesia, Mayora Group, serta Mixue. Pengalaman ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) sebagai kawasan industri halal yang terintegrasi dan berdaya saing global.
KEK ini diusulkan oleh PT Makmur Berkah Amanda Tbk dengan target realisasi investasi mencapai Rp97,8 triliun hingga tahun 2054 serta potensi penyerapan tenaga kerja lebih dari 300 ribu orang. Skala pengembangan ini mencerminkan besarnya peran strategis KEK Industri Halal Sidoarjo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat daya saing industri halal Indonesia di tingkat global.
Pengembangan Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) telah memperoleh dukungan dari Kementerian Perindustrian, Dewan Nasional KEK, serta Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), yang menegaskan kesiapan ekosistem dari sisi kebijakan maupun implementasi.
Direktur Utama PT Makmur Berkah Amanda Tbk Adi Saputra Tedja Surya, menyampaikan bahwa keberadaan insentif pemerintah melalui penetapan Kawasan Ekonomi Khusus akan menjadi faktor kunci dalam percepatan pengembangan industri halal nasional.
“Insentif-insentif yang diberikan pemerintah melalui Kawasan Ekonomi Khusus Industri Halal Sidoarjo diharapkan dapat mempercepat perkembangan industri halal di Indonesia. Dengan dukungan ketersediaan bahan baku, besarnya populasi muslim, serta sistem sertifikasi halal yang berada di bawah BPJPH, Indonesia memiliki fondasi yang sangat kuat untuk semakin mendekatkan diri pada target sebagai pusat global halal hub,” ujar Adi, Senin (20/4/2026).
“Semangat kami sejalan dengan arahan Presiden terkait pentingnya industrialisasi dan peningkatan penyerapan tenaga kerja untuk memperkuat perekonomian Indonesia,” sambungnya.
Lihat Juga :