Sahroni Kutuk Tendangan Kungfu di EPA Liga 1 U20: Pecat dan Pidanakan!
Senin, 20 April 2026 - 17:59 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
SEMARANG - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyoroti tendangan kungfu pemain Bhayangkara FC U-20 Fadly Alberto ke pemain Dewa United U-20. Melihat aksi brutal tersebut, Sahroni mengaku kecewa.
Dia pun menilai aksi oknum pemain tersebut sudah masuk ke dalam ranah penganiayaan yang disengaja. “Tindakan yang dilakukan Fadly Alberto ini tidak bisa ditoleransi. Ini bukan lagi soal pelanggaran fair play, tapi sudah masuk kategori penganiayaan, jadi harus diusut pidananya," ujar Sahroni dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
"Ada unsur kesengajaan yang sangat jelas, apalagi dilakukan di luar konteks permainan dan setelah pertandingan berakhir. Kita semua bisa melihat arah dan tujuan tindakannya dan ini yang harus ditindak tegas,” sambungnya.
Baca juga: Fadly Alberto Lepaskan Tendangan Kungfu Brutal, Begini Respons Komdis PSSI
Sahroni menilai Bhayangkara FC harus mengambil sikap tegas terhadap oknum pemain tersebut sebagai bentuk tanggung jawab menjaga marwah olahraga. “Maka saya minta Bhayangkara FC sangat mempertimbangkan untuk memecat yang bersangkutan. Jangan sampai kejadian seperti ini dianggap biasa," ungkapnya.
Dia pun menilai aksi oknum pemain tersebut sudah masuk ke dalam ranah penganiayaan yang disengaja. “Tindakan yang dilakukan Fadly Alberto ini tidak bisa ditoleransi. Ini bukan lagi soal pelanggaran fair play, tapi sudah masuk kategori penganiayaan, jadi harus diusut pidananya," ujar Sahroni dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
"Ada unsur kesengajaan yang sangat jelas, apalagi dilakukan di luar konteks permainan dan setelah pertandingan berakhir. Kita semua bisa melihat arah dan tujuan tindakannya dan ini yang harus ditindak tegas,” sambungnya.
Baca juga: Fadly Alberto Lepaskan Tendangan Kungfu Brutal, Begini Respons Komdis PSSI
Sahroni menilai Bhayangkara FC harus mengambil sikap tegas terhadap oknum pemain tersebut sebagai bentuk tanggung jawab menjaga marwah olahraga. “Maka saya minta Bhayangkara FC sangat mempertimbangkan untuk memecat yang bersangkutan. Jangan sampai kejadian seperti ini dianggap biasa," ungkapnya.
Lihat Juga :