Soal Penembakan di Papua, Koops TNI: Dua Insiden Berbeda, Tidak Berkaitan
Sabtu, 18 April 2026 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Infanteri Wirya Arthadiguna menyampaikan pada 14 April lalu terjadi dua peristiwa di Kabupaten Puncak. Peristiwa pertama terjadi di Kampung Kembru. Kemudian peristiwa kedua terjadi di Kampung Jigiunggi.
“Kejadian pertama terjadi pada 14 April 2026 di Kampung Kembru, Papua, di mana berdasarkan laporan masyarakat terdapat keberadaan kelompok bersenjata OPM di wilayah tersebut,” ungkap Wirya.
Lihat video: PAPUA BANGKIT! Mengenal 3 Pilar Utama Pembangunan: Cerdas, Sehat, dan Produktif!
Atas informasi itu, prajurit TNI melaksanakan patroli dan pengecekan. Laporan yang dia terima menyebutkan bahwa saat tim tiba di lokasi kejadian, mereka langsung diberondong tembakan yang diletuskan oleh OPM. Kontak tembak pun terjadi. Prajurit TNI membalas tembakan OPM menggunakan tembakan balasan hingga kontak tembak selesai.
“Dalam peristiwa ini, empat orang dari kelompok bersenjata OPM dinyatakan meninggal dunia,” imbuhnya.
Petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang terdiri atas 1 pucuk senapan angin, amunisi kaliber 5,56 milimeter dan 7,62 militer, 1 selongsong peluru, busur dan anak panah, serta berbagai senjata tajam seperti parang, kapak, pedang, dan pisau. Barang bukti itu menjadi menegaskan keberadaan kelompok OPM di Kampung Kembru.
“Kejadian pertama terjadi pada 14 April 2026 di Kampung Kembru, Papua, di mana berdasarkan laporan masyarakat terdapat keberadaan kelompok bersenjata OPM di wilayah tersebut,” ungkap Wirya.
Lihat video: PAPUA BANGKIT! Mengenal 3 Pilar Utama Pembangunan: Cerdas, Sehat, dan Produktif!
Atas informasi itu, prajurit TNI melaksanakan patroli dan pengecekan. Laporan yang dia terima menyebutkan bahwa saat tim tiba di lokasi kejadian, mereka langsung diberondong tembakan yang diletuskan oleh OPM. Kontak tembak pun terjadi. Prajurit TNI membalas tembakan OPM menggunakan tembakan balasan hingga kontak tembak selesai.
“Dalam peristiwa ini, empat orang dari kelompok bersenjata OPM dinyatakan meninggal dunia,” imbuhnya.
Petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang terdiri atas 1 pucuk senapan angin, amunisi kaliber 5,56 milimeter dan 7,62 militer, 1 selongsong peluru, busur dan anak panah, serta berbagai senjata tajam seperti parang, kapak, pedang, dan pisau. Barang bukti itu menjadi menegaskan keberadaan kelompok OPM di Kampung Kembru.
Lihat Juga :