Kemarau 2026 Lebih Kering, BMKG Ingatkan Potensi Lonjakan Hotspot Karhutla
Sabtu, 11 April 2026 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa dinamika iklim global, khususnya fenomena ENSO, menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut.
"Pemanasan di wilayah Nino 3.4 berpotensi berkembang menjadi El Nino lemah hingga moderat, yang dapat menekan pembentukan awan hujan di Indonesia dan menyebabkan penurunan curah hujan," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa periode kritis potensi karhutla diperkirakan terjadi mulai Mei hingga September, dengan puncak pada Agustus hingga September, seiring meluasnya wilayah dengan curah hujan di bawah normal.
Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menekankan pentingnya pemanfaatan informasi cuaca jangka pendek dalam mendukung langkah mitigasi di lapangan.
"Dalam sepekan ke depan masih terdapat potensi hujan di beberapa wilayah rawan, sehingga ini menjadi window of opportunity untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca sebelum kondisi semakin kering."
"Pemanasan di wilayah Nino 3.4 berpotensi berkembang menjadi El Nino lemah hingga moderat, yang dapat menekan pembentukan awan hujan di Indonesia dan menyebabkan penurunan curah hujan," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa periode kritis potensi karhutla diperkirakan terjadi mulai Mei hingga September, dengan puncak pada Agustus hingga September, seiring meluasnya wilayah dengan curah hujan di bawah normal.
Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menekankan pentingnya pemanfaatan informasi cuaca jangka pendek dalam mendukung langkah mitigasi di lapangan.
"Dalam sepekan ke depan masih terdapat potensi hujan di beberapa wilayah rawan, sehingga ini menjadi window of opportunity untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca sebelum kondisi semakin kering."
Lihat Juga :