Abrasi Dobo Ancam Hunian dan Ekonomi Warga, Aleg Perindo Welhelm Kurnala Desak Perbaikan Talud
Kamis, 09 April 2026 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
Tekanan abrasi diperparah oleh kerusakan infrastruktur pelindung pantai. Sejumlah talud di beberapa desa dilaporkan mengalami kerusakan berat, bahkan diduga pecah, sehingga tidak lagi mampu menahan gelombang laut.
Lihat video: Perindo Bergerak! SK Ketua DPW Diserahkan, Targetkan Konsolidasi & Pemenangan
“Saya minta perhatian dari pemerintah, khususnya balai sungai, untuk segera memperhatikan kondisi talud di sana. Karena di beberapa desa, talud sudah pecah sehingga air bisa masuk ke rumah warga,” ungkapnya.
Kerusakan tersebut memperbesar risiko kerugian warga, tidak hanya dari sisi tempat tinggal, tetapi juga sumber penghidupan. Sejumlah rumah yang berada di garis terdepan pesisir kini dalam posisi rawan, dengan potensi hanyut yang berimplikasi pada hilangnya aset ekonomi keluarga.
“Kalau talud tidak diperhatikan dengan baik, maka beberapa rumah penduduk berpotensi hanyut. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah sebelum dampaknya semakin luas,” tutur Welhelm.
Ketua DPW Partai Perindo Maluku ini mendorong pemerintah daerah bersama instansi teknis untuk segera melakukan kajian menyeluruh terhadap kondisi pesisir Dobo. Perbaikan dan pembangunan kembali talud dinilai mendesak, tidak hanya untuk melindungi permukiman, tetapi juga menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini menjadi penopang utama kehidupan warga.
Lihat video: Perindo Bergerak! SK Ketua DPW Diserahkan, Targetkan Konsolidasi & Pemenangan
“Saya minta perhatian dari pemerintah, khususnya balai sungai, untuk segera memperhatikan kondisi talud di sana. Karena di beberapa desa, talud sudah pecah sehingga air bisa masuk ke rumah warga,” ungkapnya.
Kerusakan tersebut memperbesar risiko kerugian warga, tidak hanya dari sisi tempat tinggal, tetapi juga sumber penghidupan. Sejumlah rumah yang berada di garis terdepan pesisir kini dalam posisi rawan, dengan potensi hanyut yang berimplikasi pada hilangnya aset ekonomi keluarga.
“Kalau talud tidak diperhatikan dengan baik, maka beberapa rumah penduduk berpotensi hanyut. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah sebelum dampaknya semakin luas,” tutur Welhelm.
Ketua DPW Partai Perindo Maluku ini mendorong pemerintah daerah bersama instansi teknis untuk segera melakukan kajian menyeluruh terhadap kondisi pesisir Dobo. Perbaikan dan pembangunan kembali talud dinilai mendesak, tidak hanya untuk melindungi permukiman, tetapi juga menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini menjadi penopang utama kehidupan warga.
(cip)
Lihat Juga :