Abrasi Dobo Ancam Hunian dan Ekonomi Warga, Aleg Perindo Welhelm Kurnala Desak Perbaikan Talud
Kamis, 09 April 2026 - 14:49 WIB
loading...
Anggota DPRD Provinsi Maluku Welhelm Daniel Kurnala meninjau garis pantai di wilayah pesisir Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku. Foto/SindoNews.
A
A
A
MALUKU - Garis pantai di wilayah pesisir Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku kian tergerus. Air laut yang semula berhenti di bibir pantai, kini merangsek masuk ke ruang hidup warga. Mengganggu bukan hanya hunian, tetapi juga denyut ekonomi keluarga yang bergantung pada wilayah pesisir .
Di sejumlah desa, air pasang tak lagi sekadar menggenangi halaman, melainkan menembus rumah dan menghambat aktivitas produktif warga. Nelayan kesulitan menyimpan hasil tangkapan, UMKM terdampak, sementara kerusakan perlahan menggerus aset yang menjadi penopang ekonomi rumah tangga.
Anggota DPRD Provinsi Maluku Welhelm Daniel Kurnala langsung meninjau lokasi setelah menerima keluhan masyarakat. Abrasi yang terjadi dinilainya telah melampaui persoalan lingkungan dan mulai menekan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir.
Baca juga: Resmi Pimpin Partai Perindo Maluku, Welhelm Daniel Kurnala Targetkan 1 Fraksi di Pileg 2029
“Kalau tidak diperhatikan dengan serius, maka ke depan rumah warga bisa hancur. Saat kondisi cuaca dan air pasang cukup tinggi, air laut sudah masuk ke rumah-rumah warga,” kata legislator Komisi IV DPRD Maluku ini.
Tekanan abrasi diperparah oleh kerusakan infrastruktur pelindung pantai. Sejumlah talud di beberapa desa dilaporkan mengalami kerusakan berat, bahkan diduga pecah, sehingga tidak lagi mampu menahan gelombang laut.
Lihat video: Perindo Bergerak! SK Ketua DPW Diserahkan, Targetkan Konsolidasi & Pemenangan
“Saya minta perhatian dari pemerintah, khususnya balai sungai, untuk segera memperhatikan kondisi talud di sana. Karena di beberapa desa, talud sudah pecah sehingga air bisa masuk ke rumah warga,” ungkapnya.
Kerusakan tersebut memperbesar risiko kerugian warga, tidak hanya dari sisi tempat tinggal, tetapi juga sumber penghidupan. Sejumlah rumah yang berada di garis terdepan pesisir kini dalam posisi rawan, dengan potensi hanyut yang berimplikasi pada hilangnya aset ekonomi keluarga.
“Kalau talud tidak diperhatikan dengan baik, maka beberapa rumah penduduk berpotensi hanyut. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah sebelum dampaknya semakin luas,” tutur Welhelm.
Ketua DPW Partai Perindo Maluku ini mendorong pemerintah daerah bersama instansi teknis untuk segera melakukan kajian menyeluruh terhadap kondisi pesisir Dobo. Perbaikan dan pembangunan kembali talud dinilai mendesak, tidak hanya untuk melindungi permukiman, tetapi juga menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini menjadi penopang utama kehidupan warga.
Di sejumlah desa, air pasang tak lagi sekadar menggenangi halaman, melainkan menembus rumah dan menghambat aktivitas produktif warga. Nelayan kesulitan menyimpan hasil tangkapan, UMKM terdampak, sementara kerusakan perlahan menggerus aset yang menjadi penopang ekonomi rumah tangga.
Anggota DPRD Provinsi Maluku Welhelm Daniel Kurnala langsung meninjau lokasi setelah menerima keluhan masyarakat. Abrasi yang terjadi dinilainya telah melampaui persoalan lingkungan dan mulai menekan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir.
Baca juga: Resmi Pimpin Partai Perindo Maluku, Welhelm Daniel Kurnala Targetkan 1 Fraksi di Pileg 2029
“Kalau tidak diperhatikan dengan serius, maka ke depan rumah warga bisa hancur. Saat kondisi cuaca dan air pasang cukup tinggi, air laut sudah masuk ke rumah-rumah warga,” kata legislator Komisi IV DPRD Maluku ini.
Tekanan abrasi diperparah oleh kerusakan infrastruktur pelindung pantai. Sejumlah talud di beberapa desa dilaporkan mengalami kerusakan berat, bahkan diduga pecah, sehingga tidak lagi mampu menahan gelombang laut.
Lihat video: Perindo Bergerak! SK Ketua DPW Diserahkan, Targetkan Konsolidasi & Pemenangan
“Saya minta perhatian dari pemerintah, khususnya balai sungai, untuk segera memperhatikan kondisi talud di sana. Karena di beberapa desa, talud sudah pecah sehingga air bisa masuk ke rumah warga,” ungkapnya.
Kerusakan tersebut memperbesar risiko kerugian warga, tidak hanya dari sisi tempat tinggal, tetapi juga sumber penghidupan. Sejumlah rumah yang berada di garis terdepan pesisir kini dalam posisi rawan, dengan potensi hanyut yang berimplikasi pada hilangnya aset ekonomi keluarga.
“Kalau talud tidak diperhatikan dengan baik, maka beberapa rumah penduduk berpotensi hanyut. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah sebelum dampaknya semakin luas,” tutur Welhelm.
Ketua DPW Partai Perindo Maluku ini mendorong pemerintah daerah bersama instansi teknis untuk segera melakukan kajian menyeluruh terhadap kondisi pesisir Dobo. Perbaikan dan pembangunan kembali talud dinilai mendesak, tidak hanya untuk melindungi permukiman, tetapi juga menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini menjadi penopang utama kehidupan warga.
(cip)
Lihat Juga :