Siswa SMP di Gresik Diduga Tertembak Peluru Nyasar Latihan TNI AL, Operasinya Sempat Tertunda
Kamis, 02 April 2026 - 18:40 WIB
loading...
A
A
A
Mayor Tri disebut memaksa agar peluru yang baru saja diangkat dari lengan Darrell diserahkan ke kesatuan Marinir dan tidak boleh disimpan rumah sakit. "Saya bilang, 'Bapak, biarkan peluru itu ada di rumah sakit sampai permasalahan ini klir. Boleh mengobservasi namun jangan diambil, Pak, karena itu adalah barang bukti'," ungkap Dewi.
Mayor Tri disebut merespons dengan nada tinggi dan membentak Dewi tepat di depan putranya yang baru selesai dioperasi. "Jangankan peluru, selongsongnya pun harus kembali kepada kesatuan," kata Dewi menirukan ucapan Mayor Tri.
Penolakan Dewi pun direspons dengan ancaman bahwa tim penasihat hukum kesatuan akan datang untuk memproses hukum Dewi karena enggan menyerahkan peluru.
Terpisah, Perwira Hukum Resimen Banpur 2 Marinir Mayor Ahmad Fauzi menyampaikan empati dan simpati atas peristiwa yang menimpa dua korban tersebut.
“Pertama-tama kami menyampaikan turut prihatin atas terjadinya musibah yang menimpa dua siswa SMP di Gresik. Kami memahami peristiwa ini menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran bagi kita semua. Kami atas nama Komandan Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir menyampaikan rasa simpati dan empati yang tulus terhadap para korban,” ujarnya.
Dia menegaskan, sejak menerima informasi adanya peristiwa tersebut, pihaknya langsung melakukan koordinasi dan pendalaman di tempat kejadian perkara (TKP).
“Serta memastikan kedua korban mendapat tindakan medis walaupun sampai saat ini belum bisa dipastikan bahwa peluru tersebut berasal dari Korps Marinir masih perlu penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut,” ujarnya.
Mayor Tri disebut merespons dengan nada tinggi dan membentak Dewi tepat di depan putranya yang baru selesai dioperasi. "Jangankan peluru, selongsongnya pun harus kembali kepada kesatuan," kata Dewi menirukan ucapan Mayor Tri.
Penolakan Dewi pun direspons dengan ancaman bahwa tim penasihat hukum kesatuan akan datang untuk memproses hukum Dewi karena enggan menyerahkan peluru.
Terpisah, Perwira Hukum Resimen Banpur 2 Marinir Mayor Ahmad Fauzi menyampaikan empati dan simpati atas peristiwa yang menimpa dua korban tersebut.
“Pertama-tama kami menyampaikan turut prihatin atas terjadinya musibah yang menimpa dua siswa SMP di Gresik. Kami memahami peristiwa ini menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran bagi kita semua. Kami atas nama Komandan Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir menyampaikan rasa simpati dan empati yang tulus terhadap para korban,” ujarnya.
Dia menegaskan, sejak menerima informasi adanya peristiwa tersebut, pihaknya langsung melakukan koordinasi dan pendalaman di tempat kejadian perkara (TKP).
“Serta memastikan kedua korban mendapat tindakan medis walaupun sampai saat ini belum bisa dipastikan bahwa peluru tersebut berasal dari Korps Marinir masih perlu penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut,” ujarnya.
(rca)
Lihat Juga :