Siswa SMP di Gresik Diduga Tertembak Peluru Nyasar Latihan TNI AL, Operasinya Sempat Tertunda
Kamis, 02 April 2026 - 18:40 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, peluru lain juga mengenai temannya yang bernama Renheart dan bersarang di area punggung kanan bawah. Peluru tersebut hanya mengenai lapisan lemak tanpa mencederai bagian tulang maupun organ dalam.
Kedua korban pun langsung dilarikan ke RS Siti Khodijah Sepanjang, Sidoarjo. Di sana, perwakilan TNI AL pun langsung menemui pihak sekolah dan keluarga dan membenarkan bahwa latihan itu diikuti oleh empat batalyon, yaitu Zeni, Angmor, POM, dan Taifib.
"Pihak kesatuan meminta maaf atas insiden yang terjadi. Pihak kesatuan juga menyampaikan akan bertanggung jawab penuh atas penyembuhan dan pemulihan Para Korban sampai tuntas," ucap Dewi.
Dewi menyebut pihak TNI meminta kepada keluarga korban agar permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan, tidak melapor ke mana pun, dan melarang memviralkan insiden tersebut.
Pada hari yang sama pukul 20.00 WIB, kata dia, Darrell dijadwalkan menjalani operasi pengangkatan peluru dan pemasangan pen. Namun, sekitar 35 menit setelah Darrell masuk ruang operasi, keluarga dipanggil oleh seorang perwakilan Marinir yang mempermasalahkan pilihan kamar VIP B untuk Darrell.
Padahal, kata Dewi, salah satu perwakilan TNI bernama Perwira Siregar sempat mengatakan kepada pihak rumah sakit agar korban mendapat pelayanan maksimal.
"Dia menyatakan bahwa saya seolah-olah memanfaatkan kesatuan dengan meminta kamar VIP B. Di situ saya menyampaikan bahwa saya mengambil tipe itu menyesuaikan kemampuan dan kenyamanan saya, kalau saya mau memanfaatkan, saya pasti akan ambil VIP A atau VVIP," ujarnya.
Akibat perdebatan itu, operasi pun tertunda selama 35 menit dan Darrell baru bisa keluar ruang operasi pada pukul 23.30 WIB menjelang tengah malam. Keributan kembali terjadi pada pukul 00.00 WIB, saat seorang anggota yang memperkenalkan diri sebagai Mayor Tri mendatangi kamar rawat Darrell.
Kedua korban pun langsung dilarikan ke RS Siti Khodijah Sepanjang, Sidoarjo. Di sana, perwakilan TNI AL pun langsung menemui pihak sekolah dan keluarga dan membenarkan bahwa latihan itu diikuti oleh empat batalyon, yaitu Zeni, Angmor, POM, dan Taifib.
"Pihak kesatuan meminta maaf atas insiden yang terjadi. Pihak kesatuan juga menyampaikan akan bertanggung jawab penuh atas penyembuhan dan pemulihan Para Korban sampai tuntas," ucap Dewi.
Dewi menyebut pihak TNI meminta kepada keluarga korban agar permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan, tidak melapor ke mana pun, dan melarang memviralkan insiden tersebut.
Pada hari yang sama pukul 20.00 WIB, kata dia, Darrell dijadwalkan menjalani operasi pengangkatan peluru dan pemasangan pen. Namun, sekitar 35 menit setelah Darrell masuk ruang operasi, keluarga dipanggil oleh seorang perwakilan Marinir yang mempermasalahkan pilihan kamar VIP B untuk Darrell.
Padahal, kata Dewi, salah satu perwakilan TNI bernama Perwira Siregar sempat mengatakan kepada pihak rumah sakit agar korban mendapat pelayanan maksimal.
"Dia menyatakan bahwa saya seolah-olah memanfaatkan kesatuan dengan meminta kamar VIP B. Di situ saya menyampaikan bahwa saya mengambil tipe itu menyesuaikan kemampuan dan kenyamanan saya, kalau saya mau memanfaatkan, saya pasti akan ambil VIP A atau VVIP," ujarnya.
Akibat perdebatan itu, operasi pun tertunda selama 35 menit dan Darrell baru bisa keluar ruang operasi pada pukul 23.30 WIB menjelang tengah malam. Keributan kembali terjadi pada pukul 00.00 WIB, saat seorang anggota yang memperkenalkan diri sebagai Mayor Tri mendatangi kamar rawat Darrell.
Lihat Juga :