Upaya Pemkot Tangerang Selatan Antisipasi Inflasi Global
Rabu, 01 April 2026 - 17:16 WIB
loading...
A
A
A
Program ini bertujuan memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau, mengantisipasi efek domino dari kenaikan biaya transportasi logistik akibat krisis global. Tak hanya mengandalkan instrumen formal pemerintahan, Pemkot Tangsel juga mengintegrasikan kekuatan sosial-keagamaan dalam menjaga ketahanan ekonomi.
Penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui jaringan masjid di bawah supervisi pemerintah daerah ikut digerakkan sebagai instrumen redistribusi kekayaan yang efektif bagi warga terdampak.
“Ini salah satu strategi kita secara ekonomi dan sosial untuk mempertahankan daya beli masyarakat. Kami terus mencermati ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada distribusi barang. Gejolak tersebut bisa berdampak pada kelangkaan minyak dan hambatan jalur logistik, sehingga berimbas pada inflasi di daerah,” imbuhnya.
Sebagai wilayah yang sangat bergantung pada kelancaran logistik, Tangerang Selatan cukup rentan terhadap fluktuasi harga energi global. Mantan Wakil Wali Kota Tangsel dua periode ini pun menyatakan bahwa pihaknya melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan monitoring harian terhadap harga-harga komoditas di pasar.
Langkah mitigasi ini diharapkan mampu meredam volatilitas harga yang dipicu oleh sentimen negatif pasar global terhadap konflik Iran-Israel. “Kami terus mencermati perkembangan dan dampaknya terhadap harga-harga kebutuhan pokok di Tangsel. Monitoring dilakukan secara ketat agar kita bisa segera mengambil tindakan jika terjadi anomali harga di lapangan akibat tekanan eksternal ini,” pungkasnya.
Penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui jaringan masjid di bawah supervisi pemerintah daerah ikut digerakkan sebagai instrumen redistribusi kekayaan yang efektif bagi warga terdampak.
“Ini salah satu strategi kita secara ekonomi dan sosial untuk mempertahankan daya beli masyarakat. Kami terus mencermati ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada distribusi barang. Gejolak tersebut bisa berdampak pada kelangkaan minyak dan hambatan jalur logistik, sehingga berimbas pada inflasi di daerah,” imbuhnya.
Sebagai wilayah yang sangat bergantung pada kelancaran logistik, Tangerang Selatan cukup rentan terhadap fluktuasi harga energi global. Mantan Wakil Wali Kota Tangsel dua periode ini pun menyatakan bahwa pihaknya melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan monitoring harian terhadap harga-harga komoditas di pasar.
Langkah mitigasi ini diharapkan mampu meredam volatilitas harga yang dipicu oleh sentimen negatif pasar global terhadap konflik Iran-Israel. “Kami terus mencermati perkembangan dan dampaknya terhadap harga-harga kebutuhan pokok di Tangsel. Monitoring dilakukan secara ketat agar kita bisa segera mengambil tindakan jika terjadi anomali harga di lapangan akibat tekanan eksternal ini,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :