Kolaborasi Multipihak Kunci Percepatan Indonesia's FOLU Net Sink 2030 di Kalbar
Selasa, 31 Maret 2026 - 21:39 WIB
loading...
A
A
A
Erwan menambahkan penguatan implementasi di tingkat daerah, termasuk Kalimantan Barat, menjadi bagian penting dalam pencapaian target nasional. Ia menyebutkan berbagai rencana operasional FOLU telah dirancang untuk mendukung penurunan emisi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sektor kehutanan melalui skema berbasis karbon dan pengelolaan berkelanjutan .
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Soewarso, menekankan pentingnya penerapan multiusaha kehutanan dan hilirisasi sebagai strategi peningkatan nilai tambah sektor kehutanan. Ia menjelaskan multiusaha kehutanan mencakup pemanfaatan hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu, serta jasa lingkungan dalam satu sistem terintegrasi untuk mendorong efisiensi dan diversifikasi usaha .
“Pengembangan multiusaha kehutanan berbasis lanskap dapat meningkatkan kontribusi sektor kehutanan terhadap perekonomian sekaligus mendukung pencapaian target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030,” jelasnya. Baca juga: Satgas PKH Segel Area Operasional Perusahaan Tambang Nikel Milik David Glen
Ia menambahkan hilirisasi kehutanan menjadi kunci dalam meningkatkan nilai tambah produk melalui pengolahan dalam negeri, sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis bioekonomi. Menurutnya, penguatan kemitraan, inovasi usaha, serta dukungan kebijakan dan pembiayaan menjadi faktor penting dalam mendorong implementasi multiusaha kehutanan di lapangan.
Melalui webinar ini, para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam memperkuat kepemimpinan dan kebijakan ekonomi hijau. Khususnya dalam pengelolaan hutan dan lahan yang berkelanjutan di Kalimantan Barat, guna mendukung pencapaian target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Soewarso, menekankan pentingnya penerapan multiusaha kehutanan dan hilirisasi sebagai strategi peningkatan nilai tambah sektor kehutanan. Ia menjelaskan multiusaha kehutanan mencakup pemanfaatan hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu, serta jasa lingkungan dalam satu sistem terintegrasi untuk mendorong efisiensi dan diversifikasi usaha .
“Pengembangan multiusaha kehutanan berbasis lanskap dapat meningkatkan kontribusi sektor kehutanan terhadap perekonomian sekaligus mendukung pencapaian target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030,” jelasnya. Baca juga: Satgas PKH Segel Area Operasional Perusahaan Tambang Nikel Milik David Glen
Ia menambahkan hilirisasi kehutanan menjadi kunci dalam meningkatkan nilai tambah produk melalui pengolahan dalam negeri, sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis bioekonomi. Menurutnya, penguatan kemitraan, inovasi usaha, serta dukungan kebijakan dan pembiayaan menjadi faktor penting dalam mendorong implementasi multiusaha kehutanan di lapangan.
Melalui webinar ini, para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam memperkuat kepemimpinan dan kebijakan ekonomi hijau. Khususnya dalam pengelolaan hutan dan lahan yang berkelanjutan di Kalimantan Barat, guna mendukung pencapaian target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
(poe)
Lihat Juga :