Wakapolda Papua Barat: Tata Kelola Kebijakan Sebaiknya Berbasis Risiko
Minggu, 29 Maret 2026 - 14:21 WIB
loading...
A
A
A
Di tengah dinamika perubahan sosial yang cepat, orasi ilmiah Sulastiana menjadi pengingat akan pentingnya peran ruang akademik. Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat mencetak lulusan, tetapi juga sebagai pusat lahirnya gagasan yang mampu membentuk arah kebijakan dan masa depan masyarakat.
Profil Brigjen Pol. Sulastiana
Karier Sulastiana terbilang unik, memadukan dunia akademik dan kepolisian. Alumni Universitas Indonesia itu meraih gelar doktor kriminologi dengan predikat cumlaude serta mencatatkan IPK tertinggi pada program doktoral tahun 2013. Selama lebih dari 26 tahun, ia aktif mengajar dan berkontribusi di berbagai perguruan tinggi.
Di luar tugasnya sebagai perwira tinggi Polri, Sulastiana juga dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Kehormatan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia hingga 2029. Pengalaman panjang di dunia akademik membentuk cara pandangnya terhadap isu keamanan, yang menurutnya tidak semata soal penegakan hukum, tetapi juga bagian dari pembangunan sosial yang lebih luas.
Penugasannya sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Barat mencatatkan sejarah tersendiri. Ia menjadi polisi wanita berpangkat bintang satu pertama yang menduduki posisi tersebut di wilayah Papua, mencerminkan semakin besarnya peran perempuan dalam kepemimpinan sektor keamanan.
Dalam berbagai forum nasional dan internasional, Sulastiana dikenal aktif mengangkat isu kejahatan narkotika, terorisme, serta perlindungan perempuan dan anak. Gagasan-gagasannya juga terdokumentasi dalam sejumlah buku dan publikasi ilmiah, yang menunjukkan upaya menjembatani praktik keamanan dengan pendekatan akademik.
Profil Brigjen Pol. Sulastiana
Karier Sulastiana terbilang unik, memadukan dunia akademik dan kepolisian. Alumni Universitas Indonesia itu meraih gelar doktor kriminologi dengan predikat cumlaude serta mencatatkan IPK tertinggi pada program doktoral tahun 2013. Selama lebih dari 26 tahun, ia aktif mengajar dan berkontribusi di berbagai perguruan tinggi.
Di luar tugasnya sebagai perwira tinggi Polri, Sulastiana juga dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Kehormatan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia hingga 2029. Pengalaman panjang di dunia akademik membentuk cara pandangnya terhadap isu keamanan, yang menurutnya tidak semata soal penegakan hukum, tetapi juga bagian dari pembangunan sosial yang lebih luas.
Penugasannya sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Barat mencatatkan sejarah tersendiri. Ia menjadi polisi wanita berpangkat bintang satu pertama yang menduduki posisi tersebut di wilayah Papua, mencerminkan semakin besarnya peran perempuan dalam kepemimpinan sektor keamanan.
Dalam berbagai forum nasional dan internasional, Sulastiana dikenal aktif mengangkat isu kejahatan narkotika, terorisme, serta perlindungan perempuan dan anak. Gagasan-gagasannya juga terdokumentasi dalam sejumlah buku dan publikasi ilmiah, yang menunjukkan upaya menjembatani praktik keamanan dengan pendekatan akademik.
(abd)
Lihat Juga :