12 Ribu Pendatang Baru Bakal Adu Nasib di Jakarta, Pramono: Mereka Harus Persiapkan Diri
Jum'at, 27 Maret 2026 - 19:29 WIB
loading...
Pencari kerja mencari informasi lowongan pekerjaan saat acara Jakarta Job Festival 2025 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (13/11/2025). Foto/Dok SindoNews/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memprediksi 10-12 ribu pendatang baru akan mendatangi Ibu Kota selepas Lebaran 2026. Para pendatang baru itu merupakan warga yang diajak pemudik saat kembali ke Jakarta.
"Jadi data yang ada sampai dengan hari ini, kami memprediksi memperkirakan akan ada kenaikan kurang lebih pemudik yang ikut saudaranya balik ke Jakarta kurang lebih 10 sampai dengan 12 ribu," kata Pramono di Jakarta Pusat , Jumat (27/3/2026).
Namun, Pramono menyebut jumlah tersebut masih bersifat sementara. Prediksi itu ia sampaikan bedasarkan tren arus balik mudik Lebaran 2026.
Baca Juga: Dukcapil DKI Catat 865 Pendatang Baru Terdata Masuk Jakarta
"Tetapi ini belum final ya, nanti kita lihat data yang ada karena kenapa ini bisa disimpulkan seperti itu dari tren orang booking kendaraan ataupun juga yang ikut dengan keluarganya dan sebagainya," ucapnya.
Pramono mengaku tak mempermasalahkan pendatang baru ke Ibu Kota. Ia menegaskan Jakarta terbuka bagi siapa pun. Namun, Pramono juga mengingatkan, warga yang memang ingin mengadu nasib di Jakarta agar mempersiapkan diri dengan baik.
"Jakarta tidak ada operasi yustisi, tetapi Jakarta tentunya meminta siapa pun yang ingin mengadu nasib bekerja di Jakarta mereka harus mempersiapkan diri," tuturnya.
"Jadi data yang ada sampai dengan hari ini, kami memprediksi memperkirakan akan ada kenaikan kurang lebih pemudik yang ikut saudaranya balik ke Jakarta kurang lebih 10 sampai dengan 12 ribu," kata Pramono di Jakarta Pusat , Jumat (27/3/2026).
Namun, Pramono menyebut jumlah tersebut masih bersifat sementara. Prediksi itu ia sampaikan bedasarkan tren arus balik mudik Lebaran 2026.
Baca Juga: Dukcapil DKI Catat 865 Pendatang Baru Terdata Masuk Jakarta
"Tetapi ini belum final ya, nanti kita lihat data yang ada karena kenapa ini bisa disimpulkan seperti itu dari tren orang booking kendaraan ataupun juga yang ikut dengan keluarganya dan sebagainya," ucapnya.
Pramono mengaku tak mempermasalahkan pendatang baru ke Ibu Kota. Ia menegaskan Jakarta terbuka bagi siapa pun. Namun, Pramono juga mengingatkan, warga yang memang ingin mengadu nasib di Jakarta agar mempersiapkan diri dengan baik.
"Jakarta tidak ada operasi yustisi, tetapi Jakarta tentunya meminta siapa pun yang ingin mengadu nasib bekerja di Jakarta mereka harus mempersiapkan diri," tuturnya.
(zik)
Lihat Juga :