Pengamat Nilai Penutupan SPBU Nakal di Jember Perlu Dilakukan, Ini Alasannya
Kamis, 19 Maret 2026 - 03:34 WIB
loading...
A
A
A
Hal senada disampaikan juga oleh Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Hadi Ismoyo. Menurut dia, langkah yang dilakukan BPH Migas, DPR RI, bersama aparat penegak hukum di Jember itu sebagai bentuk penegakan disiplin terhadap segala bentuk penyelewengan subsidi.
Baca Juga : Jelang Idulfitri, Pertamina Pastikan Kesiapan Distribusi dari Kapal hingga SPBU
“Langkah penegak hukum melakukan penutupan SPBU yang melakukan pelanggaran sudah sangat tepat,” kata Hadi.
Hadi menilai besaran subsidi sudah sangat besar dikucurkan buat BBM. Ia mengatakan saat ini total subsidi energi sudah hampir menyentuh angka Rp 300 triliun. Namun subsidi besar yang sudah diberikan negara untuk meringankan beban rakyat justru diselewengkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Harus menjadi perhatian semua pihak agar subsidi ini tepat sasaran dan diterima mereka yang berhak. Apalagi saat ini, stok minyak dunia berkurang 20% akibat Perang Teluk IV, di mana stok berkurang dan harga minyak bumi dunia sudah naik rata-rata 90$/bbl dari 70$/bbl artinya sudah naik 28%,” tutur Hadi.
Baca Juga : Jelang Idulfitri, Pertamina Pastikan Kesiapan Distribusi dari Kapal hingga SPBU
“Langkah penegak hukum melakukan penutupan SPBU yang melakukan pelanggaran sudah sangat tepat,” kata Hadi.
Hadi menilai besaran subsidi sudah sangat besar dikucurkan buat BBM. Ia mengatakan saat ini total subsidi energi sudah hampir menyentuh angka Rp 300 triliun. Namun subsidi besar yang sudah diberikan negara untuk meringankan beban rakyat justru diselewengkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Harus menjadi perhatian semua pihak agar subsidi ini tepat sasaran dan diterima mereka yang berhak. Apalagi saat ini, stok minyak dunia berkurang 20% akibat Perang Teluk IV, di mana stok berkurang dan harga minyak bumi dunia sudah naik rata-rata 90$/bbl dari 70$/bbl artinya sudah naik 28%,” tutur Hadi.
(wur)
Lihat Juga :