Penanganan Longsor Jalur Mudik Tarutung-Sibolga Ditargetkan Tuntas sebelum Lebaran
Jum'at, 13 Maret 2026 - 11:22 WIB
loading...
Penanganan longsor di jalur mudik Tarutung-Sibolga, Sumatera Utara ditargetkan tuntas sebelum Lebaran. Hal itu ditegaskan Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau pekerjaan di Desa Lobu Pining, Tapanuli Utara, Minggu (8/3/2026). Foto: Ist
A
A
A
TAPANULI UTARA - Penanganan longsor yang terjadi di jalur mudik Tarutung-Sibolga, Sumatera Utara ditargetkan tuntas sebelum Lebaran. Hal itu ditegaskan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat meninjau PT Hutama Karya (Persero) mengerjakan progres pekerjaan di Desa Lobu Pining, Kecamatan Adian Koting, Tapanuli Utara, Minggu (8/3/2026).
Dalam pengecekan itu, peninjauan difokuskan pada penanganan badan jalan yang mengalami longsor yang diperbaiki melalui pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) dengan sistem perkuatan Borepile pada STA 16+350 dan STA 16+550.
Baca juga: Dear Pemudik, Ini 63 Titik Rawan Banjir dan Longsor di Jalur Mudik Jabar
“Kalau tadi sepanjang jalan kita lihat mulai dari Medan, sudah bagus. Kalau dari sisi kesiapan jalan, menurut saya pribadi sudah sangat oke. Saya yakin sudah siap untuk menghadapi arus mudik di H-7 sampai H+7,” ujar Dody, Jumat (13/3/2026).
Terkait mitigasi bencana, Menteri PU menyatakan tim di lapangan telah disiagakan untuk penanganan cepat. Artinya, begitu terjadi longsor, pembersihan langsung dilakukan sehingga tak mengganggu mobilitas.
Plh Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani menuturkan keterlibatan pihaknya dalam penanganan titik longsor ini merupakan bentuk tanggung jawab sebagai mitra strategis pemerintah.
“Kami telah hadir mendampingi pemerintah sejak tahap awal rekonstruksi pascabencana di akhir tahun lalu. Kehadiran kami secara konsisten di lokasi merupakan komitmen nyata untuk memulihkan konektivitas nasional,” katanya.
Dia menegaskan dengan penanganan permanen ini dampaknya dapat dirasakan langsung masyarakat agar perjalanan mudik tahun ini tetap aman, lancar, dan produktif.
Dalam pengerjaannya, Hutama Karya memastikan aspek kualitas dan keamanan konstruksi di lapangan tetap menjadi prioritas sekaligus menyiagakan personel di sepanjang jalur rawan guna mengantisipasi kendala cuaca selama periode hari raya mendatang.
Dalam pengecekan itu, peninjauan difokuskan pada penanganan badan jalan yang mengalami longsor yang diperbaiki melalui pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) dengan sistem perkuatan Borepile pada STA 16+350 dan STA 16+550.
Baca juga: Dear Pemudik, Ini 63 Titik Rawan Banjir dan Longsor di Jalur Mudik Jabar
“Kalau tadi sepanjang jalan kita lihat mulai dari Medan, sudah bagus. Kalau dari sisi kesiapan jalan, menurut saya pribadi sudah sangat oke. Saya yakin sudah siap untuk menghadapi arus mudik di H-7 sampai H+7,” ujar Dody, Jumat (13/3/2026).
Terkait mitigasi bencana, Menteri PU menyatakan tim di lapangan telah disiagakan untuk penanganan cepat. Artinya, begitu terjadi longsor, pembersihan langsung dilakukan sehingga tak mengganggu mobilitas.
Plh Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani menuturkan keterlibatan pihaknya dalam penanganan titik longsor ini merupakan bentuk tanggung jawab sebagai mitra strategis pemerintah.
“Kami telah hadir mendampingi pemerintah sejak tahap awal rekonstruksi pascabencana di akhir tahun lalu. Kehadiran kami secara konsisten di lokasi merupakan komitmen nyata untuk memulihkan konektivitas nasional,” katanya.
Dia menegaskan dengan penanganan permanen ini dampaknya dapat dirasakan langsung masyarakat agar perjalanan mudik tahun ini tetap aman, lancar, dan produktif.
Dalam pengerjaannya, Hutama Karya memastikan aspek kualitas dan keamanan konstruksi di lapangan tetap menjadi prioritas sekaligus menyiagakan personel di sepanjang jalur rawan guna mengantisipasi kendala cuaca selama periode hari raya mendatang.
(jon)
Lihat Juga :