Data BPS Ungkap Angka Kesejahteraan Warga Tangsel Meningkat
Rabu, 04 Maret 2026 - 20:49 WIB
loading...
A
A
A
Pada angka persalinan, juga sudah 100% ditangan tenaga kesehatan. Tahun 2025, sebesar 75% ditangani dokter kandungan, dan 25% ditangani oleh bidan.
Kemudian pada bidang pendidikan, angka melek huruf Kota Tangsel pada 2025 mencapai 99,47%. Meningkat dari 2024 dengan angka sebesar 98,89. Lalu angka partisipasi sekolah usia 7-12 mencapai 98,74%, usia 13-15 mencapai 99,98%, dan usia 16-18 sebesar 82,21%.
Lihat video: Ikut Pemeriksaan Kesehatan Gratis Perdana, Warga Tangsel Harap Masyarakat Lebih Sehat |
Pada bidang ketenagakerjaan angka pengangguran terbuka pada 2025 mencapai 4,13%, menurun dari 2024 sebesar 5,09%. Pada tahun 2025 lapangan usaha sektor jasa sangat dominan dalam penyerapan tenaga kerja pada angka 85,65%.
Selanjutnya, tingkat kemiskinan Kota Tangsel sebesar 2,39%, terendah di Provinsi Banten dan terendah kelima secara nasional setelah Kota Bandung, Kota Balikpapan, Kota Denpasar, dan Kota Depok yaitu masing-masing sebesar 1,90%, 1,97 persen, 2,16%, dan 2,31%.
Pada momen Safari Ramadan Pemerintah Kota Tangerang Selatan di Masjid Jami Al-Ikhlas, Kecamatan Serpong Utara, pekan lalu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan arah pembangunan Kota Tangsel berpedoman pada visi RPJMD 2025–2029. Yakni Tangerang Selatan Unggul, Inklusif, Inovatif, Kolaboratif Menuju Kota Lestari.
Kemudian pada bidang pendidikan, angka melek huruf Kota Tangsel pada 2025 mencapai 99,47%. Meningkat dari 2024 dengan angka sebesar 98,89. Lalu angka partisipasi sekolah usia 7-12 mencapai 98,74%, usia 13-15 mencapai 99,98%, dan usia 16-18 sebesar 82,21%.
Lihat video: Ikut Pemeriksaan Kesehatan Gratis Perdana, Warga Tangsel Harap Masyarakat Lebih Sehat |
Pada bidang ketenagakerjaan angka pengangguran terbuka pada 2025 mencapai 4,13%, menurun dari 2024 sebesar 5,09%. Pada tahun 2025 lapangan usaha sektor jasa sangat dominan dalam penyerapan tenaga kerja pada angka 85,65%.
Selanjutnya, tingkat kemiskinan Kota Tangsel sebesar 2,39%, terendah di Provinsi Banten dan terendah kelima secara nasional setelah Kota Bandung, Kota Balikpapan, Kota Denpasar, dan Kota Depok yaitu masing-masing sebesar 1,90%, 1,97 persen, 2,16%, dan 2,31%.
Pada momen Safari Ramadan Pemerintah Kota Tangerang Selatan di Masjid Jami Al-Ikhlas, Kecamatan Serpong Utara, pekan lalu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan arah pembangunan Kota Tangsel berpedoman pada visi RPJMD 2025–2029. Yakni Tangerang Selatan Unggul, Inklusif, Inovatif, Kolaboratif Menuju Kota Lestari.
Lihat Juga :