Hujan Masih Mendominasi Jateng saat Lebaran, BMKG: Kita Harus Bersiap
Rabu, 25 Februari 2026 - 13:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: BMKG: Cuaca Lebaran 2026 Relatif Kondusif, Tetap Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
Memasuki Maret hingga April 2026, diprakirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi, terutama di wilayah tengah dan daerah pegunungan Jawa Tengah. Sementara itu, pada Mei hingga Juni 2026 wilayah Jawa Tengah mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengamanan Angkutan Lebaran, Faisal mengatakan bahwa BMKG menyiapkan dukungan meliputi prakiraan cuaca harian dan dasarian pada jalur utama mudik darat, laut, dan udara; peringatan dini cuaca ekstrem di titik-titik rawan banjir, longsor, dan rob. Kemudian informasi tinggi gelombang untuk pelayaran di perairan utara Jawa; serta pembaruan informasi cuaca secara real-time melalui kanal digital BMKG.
Faisal menegaskan bahwa informasi meteorologi dan klimatologi merupakan elemen krusial dalam mendukung keselamatan perjalanan masyarakat, terutama pada periode mobilitas tinggi seperti Lebaran.
“BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca, peringatan dini, serta kondisi potensi risiko melalui kanal resmi BMKG agar langkah antisipasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” tegasnya.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. “Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi serta menangani potensi bencana yang mungkin terjadi,” ujar Luthfi.
Memasuki Maret hingga April 2026, diprakirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi, terutama di wilayah tengah dan daerah pegunungan Jawa Tengah. Sementara itu, pada Mei hingga Juni 2026 wilayah Jawa Tengah mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengamanan Angkutan Lebaran, Faisal mengatakan bahwa BMKG menyiapkan dukungan meliputi prakiraan cuaca harian dan dasarian pada jalur utama mudik darat, laut, dan udara; peringatan dini cuaca ekstrem di titik-titik rawan banjir, longsor, dan rob. Kemudian informasi tinggi gelombang untuk pelayaran di perairan utara Jawa; serta pembaruan informasi cuaca secara real-time melalui kanal digital BMKG.
Faisal menegaskan bahwa informasi meteorologi dan klimatologi merupakan elemen krusial dalam mendukung keselamatan perjalanan masyarakat, terutama pada periode mobilitas tinggi seperti Lebaran.
“BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca, peringatan dini, serta kondisi potensi risiko melalui kanal resmi BMKG agar langkah antisipasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” tegasnya.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. “Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi serta menangani potensi bencana yang mungkin terjadi,” ujar Luthfi.
(shf)
Lihat Juga :