Hujan Masih Mendominasi Jateng saat Lebaran, BMKG: Kita Harus Bersiap
Rabu, 25 Februari 2026 - 13:08 WIB
loading...
BMKG menyatakan pada Februari-Maret, termasuk saat Lebaran Idulfitri 2026, wilayah Jateng berpotensi didominasi hujan dengan intensitas cukup tinggi. Foto/Ilustrasi/DOk.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap kondisi terkini serta prospek cuaca dan iklim tahun 2026, khususnya di Jawa Tengah (Jateng). Pada periode Februari hingga Maret, termasuk Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah/2026 M wilayah Jateng berpotensi didominasi hujan dengan intensitas cukup tinggi.
“Terkait kondisi di daerah Jawa Tengah selama bulan Februari dan Maret 2026, kita harus bersiap. Saat periode (persiapan) Lebaran nanti, khususnya di Jawa Tengah, diprediksi akan terjadi banyak hujan,” kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani Faisal dalam keterangan yang dikutip dari laman resmi BMKG, Rabu (25/2/2026).
Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 24 Februari hingga 2 Maret 2026
Informasi itu diungkapkan Faisal saat mendampingi Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI ke Provinsi Jawa Tengah dalam rangka peninjauan Stasiun Tawang Semarang serta lokasi banjir rob di Jalan Pantura Sayung.
Kunjungan ini difokuskan pada kesiapan infrastruktur transportasi menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat Angkutan Lebaran, sekaligus penanganan dampak banjir rob yang memengaruhi operasional kereta api di wilayah Daop 4 Semarang.
Faisal pun membeberkan bahwa berdasarkan analisis BMKG, pada periode Februari hingga Maret 2026, kondisi cuaca secara umum diprediksi masih berpeluang terjadi hujan dengan kategori sangat tinggi. Kondisi ini meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
Baca juga: BMKG: Cuaca Lebaran 2026 Relatif Kondusif, Tetap Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
Memasuki Maret hingga April 2026, diprakirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi, terutama di wilayah tengah dan daerah pegunungan Jawa Tengah. Sementara itu, pada Mei hingga Juni 2026 wilayah Jawa Tengah mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengamanan Angkutan Lebaran, Faisal mengatakan bahwa BMKG menyiapkan dukungan meliputi prakiraan cuaca harian dan dasarian pada jalur utama mudik darat, laut, dan udara; peringatan dini cuaca ekstrem di titik-titik rawan banjir, longsor, dan rob. Kemudian informasi tinggi gelombang untuk pelayaran di perairan utara Jawa; serta pembaruan informasi cuaca secara real-time melalui kanal digital BMKG.
Faisal menegaskan bahwa informasi meteorologi dan klimatologi merupakan elemen krusial dalam mendukung keselamatan perjalanan masyarakat, terutama pada periode mobilitas tinggi seperti Lebaran.
“BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca, peringatan dini, serta kondisi potensi risiko melalui kanal resmi BMKG agar langkah antisipasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” tegasnya.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. “Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi serta menangani potensi bencana yang mungkin terjadi,” ujar Luthfi.
“Terkait kondisi di daerah Jawa Tengah selama bulan Februari dan Maret 2026, kita harus bersiap. Saat periode (persiapan) Lebaran nanti, khususnya di Jawa Tengah, diprediksi akan terjadi banyak hujan,” kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani Faisal dalam keterangan yang dikutip dari laman resmi BMKG, Rabu (25/2/2026).
Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 24 Februari hingga 2 Maret 2026
Informasi itu diungkapkan Faisal saat mendampingi Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI ke Provinsi Jawa Tengah dalam rangka peninjauan Stasiun Tawang Semarang serta lokasi banjir rob di Jalan Pantura Sayung.
Kunjungan ini difokuskan pada kesiapan infrastruktur transportasi menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat Angkutan Lebaran, sekaligus penanganan dampak banjir rob yang memengaruhi operasional kereta api di wilayah Daop 4 Semarang.
Faisal pun membeberkan bahwa berdasarkan analisis BMKG, pada periode Februari hingga Maret 2026, kondisi cuaca secara umum diprediksi masih berpeluang terjadi hujan dengan kategori sangat tinggi. Kondisi ini meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
Baca juga: BMKG: Cuaca Lebaran 2026 Relatif Kondusif, Tetap Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
Memasuki Maret hingga April 2026, diprakirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi, terutama di wilayah tengah dan daerah pegunungan Jawa Tengah. Sementara itu, pada Mei hingga Juni 2026 wilayah Jawa Tengah mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengamanan Angkutan Lebaran, Faisal mengatakan bahwa BMKG menyiapkan dukungan meliputi prakiraan cuaca harian dan dasarian pada jalur utama mudik darat, laut, dan udara; peringatan dini cuaca ekstrem di titik-titik rawan banjir, longsor, dan rob. Kemudian informasi tinggi gelombang untuk pelayaran di perairan utara Jawa; serta pembaruan informasi cuaca secara real-time melalui kanal digital BMKG.
Faisal menegaskan bahwa informasi meteorologi dan klimatologi merupakan elemen krusial dalam mendukung keselamatan perjalanan masyarakat, terutama pada periode mobilitas tinggi seperti Lebaran.
“BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca, peringatan dini, serta kondisi potensi risiko melalui kanal resmi BMKG agar langkah antisipasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” tegasnya.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. “Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi serta menangani potensi bencana yang mungkin terjadi,” ujar Luthfi.
(shf)
Lihat Juga :