Awasi Protokol Kesehatan di Jakpus, Kodim Gandeng Ormas hingga Komunitas Ojol
Kamis, 17 September 2020 - 19:31 WIB
loading...
A
A
A
"Minimal kami akan ambil 50 orang. Nanti kita lihat situasi ya, berkembang karena tiap kampung, kan berbeda jumlah. Mereka hanya membantu menegakkan pak hanya mengingatkan itu saja kepada warga," papar Luqman.
"Ini yang saya lihat titik fokus utama yang perlu diwaspadai adalah perkantoran, karena mungkin ruangan seperti itu, makanya kami ajak semuanya," sambungnya. (Baca juga: Pelaku Mutilasi Sepasang Kekasih, Korban Dibunuh saat Berhubungan Badan)
Kemudian, yang menjadi fokus pemantauan adalah kawasan pasar. "Setiap saat yang tahu pasar ya mereka itu pagi siang sore sampai malam sampai pagi lagi 24 jam. Minimal yang di situ lebih menegakkan kita sebagai pengawas," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghatara menyebut, klaster perkantoran cukup tinggi di wilayahnya. "Ada 2,5 juta orang keluar masuk di Jakarta Pusat. PSBB ini mesti jadi momentum mengurangi mobilitas warga," ucap dia.
Bayu mengungkpkan sudah lima kantor yang ditegur dan satu ditutup. "Kami monitor terus areanya. Makanya ini partisipasi masyarakat sangat penting," tutup Bayu.
"Ini yang saya lihat titik fokus utama yang perlu diwaspadai adalah perkantoran, karena mungkin ruangan seperti itu, makanya kami ajak semuanya," sambungnya. (Baca juga: Pelaku Mutilasi Sepasang Kekasih, Korban Dibunuh saat Berhubungan Badan)
Kemudian, yang menjadi fokus pemantauan adalah kawasan pasar. "Setiap saat yang tahu pasar ya mereka itu pagi siang sore sampai malam sampai pagi lagi 24 jam. Minimal yang di situ lebih menegakkan kita sebagai pengawas," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghatara menyebut, klaster perkantoran cukup tinggi di wilayahnya. "Ada 2,5 juta orang keluar masuk di Jakarta Pusat. PSBB ini mesti jadi momentum mengurangi mobilitas warga," ucap dia.
Bayu mengungkpkan sudah lima kantor yang ditegur dan satu ditutup. "Kami monitor terus areanya. Makanya ini partisipasi masyarakat sangat penting," tutup Bayu.
(thm)
Lihat Juga :