Awasi Protokol Kesehatan di Jakpus, Kodim Gandeng Ormas hingga Komunitas Ojol

Kamis, 17 September 2020 - 19:31 WIB
loading...
Awasi Protokol Kesehatan...
Kodim 0501/JP BS menugaskan sejumlah elemen masyarakat untuk membantu menekan angka penyebaram Covid-19. Foto: SINDOnews/Komaruddin Bagja
A A A
JAKARTA - Kodim 0501/JP BS menugaskan sejumlah elemen masyarakat untuk membantu menekan angka penyebaram Covid-19. Salah satunya adalah menyerahkan rompi bagi kelompok masyarakat menjadi petugas pengawas protokol kesehatan.

Dandim 0501/JP BS Kolonel (Inf) Luqman Arief mengatakan, kelompok masyarakat yang diajak turut serta mengawasi protokol kesehatan dari berbagai profesi, antara lain pedagang pasar, pengelola gedung perkantoran, ormas, ojek online, hingga pegelola rumah ibadah. (Baca juga: Satgas Akui Kematian Akibat Corona di Indonesia Lampaui Rata-rata Dunia)

"Jakarta luar biasa begitu luasnya, begitu padatnya penduduk, makanya salah satu upaya kita adalah bagaimana membagi komunitas, walaupun kemarin dengan polisi sudah kerja sama juga," kata Luqman di Kodim 0501/JP BS, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2020).

Tugas bagi para relawan ini dengan tegas mengingatkan akan bahaya Covid-19 serta pentingnya protokol kesehatan. "Mereka ingatkan kepada komunitasnya, warganya, tetap menggunakan masker, tetap menjaga jarak, tetap menjauhi, jangan berkerumun, selalu mencuci tangan," ungkap Luqman.

Luqman menuturkan, di Jakarta Pusat ada 737 personel TNI yang disebar mengawasi protokol kesehatan. Mereka bakal dibantu oleh pengawas protokol kesehatan terutama di lingkungan perumahan hingga perkantoran.

"Minimal kami akan ambil 50 orang. Nanti kita lihat situasi ya, berkembang karena tiap kampung, kan berbeda jumlah. Mereka hanya membantu menegakkan pak hanya mengingatkan itu saja kepada warga," papar Luqman.

"Ini yang saya lihat titik fokus utama yang perlu diwaspadai adalah perkantoran, karena mungkin ruangan seperti itu, makanya kami ajak semuanya," sambungnya. (Baca juga: Pelaku Mutilasi Sepasang Kekasih, Korban Dibunuh saat Berhubungan Badan)

Kemudian, yang menjadi fokus pemantauan adalah kawasan pasar. "Setiap saat yang tahu pasar ya mereka itu pagi siang sore sampai malam sampai pagi lagi 24 jam. Minimal yang di situ lebih menegakkan kita sebagai pengawas," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghatara menyebut, klaster perkantoran cukup tinggi di wilayahnya. "Ada 2,5 juta orang keluar masuk di Jakarta Pusat. PSBB ini mesti jadi momentum mengurangi mobilitas warga," ucap dia.

Bayu mengungkpkan sudah lima kantor yang ditegur dan satu ditutup. "Kami monitor terus areanya. Makanya ini partisipasi masyarakat sangat penting," tutup Bayu.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bulan Dana PMI Jakarta...
Bulan Dana PMI Jakarta Pusat Kumpulkan Rp5,5 Miliar, Naik 20% dari tahun Sebelumnya
Buka Jumbara PMR PMI...
Buka Jumbara PMR PMI Jakpus, Wali Kota Sebut Pentingnya Pembentukan Karakter
Sejumlah Fasilitas Umum...
Sejumlah Fasilitas Umum Rusak Pascademo Sengketa Pilpres 2024 di Patung Kuda
Rekomendasi
Tio Pakusadewo Ungkap...
Tio Pakusadewo Ungkap Gejala Aneh Sebelum Alami Gangguan Jantung: Cegukan 2 Bulan Gak Berhenti!
Ronaldo Raja Gol Portugal...
Ronaldo Raja Gol Portugal di Piala Dunia
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Berita Terkini
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Guru MI di Karawang...
Guru MI di Karawang Dilatih Kuasai E-LKPD Berbasis STEM
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved