Dewas Amdatara Sebut AMDK Terjamin dan Aman Dikonsumsi
Kamis, 12 Februari 2026 - 20:18 WIB
loading...
A
A
A
Di acara yang sama, Pakar Hidrasi Sehat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Dokter Diana Sunardi juga menyampaikan air minum dalam kemasan itu sudah terstandarisasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sehingga paling aman untuk dikonsumsi tanpa perlu dimasak lagi. “Nah, ini yang perlu disebarluaskan di masyarakat,” tukasnya.
Sementara, lanjutnya, air minum yang bersumber dari sumur bor belum bisa dipastikan keamanannya dari segi kesehatan. “Kalau airnya dimasak dulu itu kan hanya mematikan kumannya saja. Tapi, kalau ada logam-logam berbahaya seperti timbal, itu kan tidak ketahuan dan berbahaya untuk kesehatan,” ucapnya.
Baca juga: Beda Air Rumahan, Produk AMDK Telah Melalui Uji Ketat
Dia mengutarakan manusia itu harus minum sebelum menunjukkan tanda-tanda kekurangan air. Jadi, harus minum secara berkala. Menurutnya, rasa haus itu tanda-tanda dehidrasi itu muncul. Tepatnya, itu terjadi sesudah tubuh kekurangan air minum sebanyak dua persen atau lebih.
“Kondisi ini sudah mempengaruhi kognitif kita. Sama dengan sudah mempengaruhi keseimbangan-keseimbangan di dalam tubuh. Itu penelitian-penelitian yang kami lakukan di Universitas Indonesia. Jadi, katanya, jangan menunggu haus dulu baru minum,” tuturnya.
Sementara, lanjutnya, air minum yang bersumber dari sumur bor belum bisa dipastikan keamanannya dari segi kesehatan. “Kalau airnya dimasak dulu itu kan hanya mematikan kumannya saja. Tapi, kalau ada logam-logam berbahaya seperti timbal, itu kan tidak ketahuan dan berbahaya untuk kesehatan,” ucapnya.
Baca juga: Beda Air Rumahan, Produk AMDK Telah Melalui Uji Ketat
Dia mengutarakan manusia itu harus minum sebelum menunjukkan tanda-tanda kekurangan air. Jadi, harus minum secara berkala. Menurutnya, rasa haus itu tanda-tanda dehidrasi itu muncul. Tepatnya, itu terjadi sesudah tubuh kekurangan air minum sebanyak dua persen atau lebih.
“Kondisi ini sudah mempengaruhi kognitif kita. Sama dengan sudah mempengaruhi keseimbangan-keseimbangan di dalam tubuh. Itu penelitian-penelitian yang kami lakukan di Universitas Indonesia. Jadi, katanya, jangan menunggu haus dulu baru minum,” tuturnya.
Lihat Juga :