Kepemimpinan Pramono Mampu Bangkitkan Ekonomi Jakarta Pascaperistiwa Agustus 2025
Selasa, 10 Februari 2026 - 20:11 WIB
loading...
Kepemimpinan kuat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuat ekonomi Jakarta kembali stabil. Upaya itu diapresiasi Bank Indonesia Perwakilan Jakarta. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Kepemimpinan kuat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuat ekonomi Jakarta kembali stabil. Upaya itu diapresiasi Bank Indonesia Perwakilan Jakarta.
“Beliau dapat dengan tanggap melakukan berbagai pendekatan dan gebrakan pemulihan ekonomi pascakrisis Agustus 2025 lalu,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta Iwan Setiawan, Senin (9/2/2026).
Dia mengungkapkan bagaimana kondisi ekonomi Jakarta porak-poranda selama beberapa hari saat demo berujung anarkistis terjadi akhir Agustus 2025. Aksi pembakaran membuat ketakutan dan cemas melanda sejumlah pihak, tak terkecuali investor.
Baca juga: Kerugian Demo Ricuh di Jakarta, Pramono: Total Rp55 Miliar
Namun, kepemimpinan yang kuat dilakukan Pramono membuat Jakarta kembali bangkit dan pulih. “Sejumlah kerja sama gotong royong membuat kami akhirnya bangkit. Karena itu pada kuartal 4 kami melesat dan ekonomi ditutup tumbuh 5,71 persen,” kata Iwan membandingkan kuartal 3 yang mencapai 4,96 persen.
Dia menegaskan sikap optimistis prospek ekonomi diprediksi akan tumbuh pada 2026 meski bayangan geopolitik tak pasti masih terjadi. "Di tahun 2026, kami melihat prospek ekonomi tetap positif. Meski dibayangi ketidakpastian global akibat perlambatan ekonomi dunia dan meningkatnya tensi geopolitik, perekonomian Jakarta diyakini akan tetap tumbuh dan semakin tangguh," ungkapnya.
Langkah itu terlihat ketika rupiah tercatat mengalami sedikit penguatan pada Januari 2026. Dia berharap sinergi kuat bisa dimaksimalkan hingga target tercapai.
"Kami terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan," ucapnya.
“Beliau dapat dengan tanggap melakukan berbagai pendekatan dan gebrakan pemulihan ekonomi pascakrisis Agustus 2025 lalu,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta Iwan Setiawan, Senin (9/2/2026).
Dia mengungkapkan bagaimana kondisi ekonomi Jakarta porak-poranda selama beberapa hari saat demo berujung anarkistis terjadi akhir Agustus 2025. Aksi pembakaran membuat ketakutan dan cemas melanda sejumlah pihak, tak terkecuali investor.
Baca juga: Kerugian Demo Ricuh di Jakarta, Pramono: Total Rp55 Miliar
Namun, kepemimpinan yang kuat dilakukan Pramono membuat Jakarta kembali bangkit dan pulih. “Sejumlah kerja sama gotong royong membuat kami akhirnya bangkit. Karena itu pada kuartal 4 kami melesat dan ekonomi ditutup tumbuh 5,71 persen,” kata Iwan membandingkan kuartal 3 yang mencapai 4,96 persen.
Dia menegaskan sikap optimistis prospek ekonomi diprediksi akan tumbuh pada 2026 meski bayangan geopolitik tak pasti masih terjadi. "Di tahun 2026, kami melihat prospek ekonomi tetap positif. Meski dibayangi ketidakpastian global akibat perlambatan ekonomi dunia dan meningkatnya tensi geopolitik, perekonomian Jakarta diyakini akan tetap tumbuh dan semakin tangguh," ungkapnya.
Langkah itu terlihat ketika rupiah tercatat mengalami sedikit penguatan pada Januari 2026. Dia berharap sinergi kuat bisa dimaksimalkan hingga target tercapai.
"Kami terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan," ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :