Pengembangan Kemampuan Siswa, Wilmar Jadikan 2 Kawasan HCV Jadi Sekolah Alam
Senin, 09 Februari 2026 - 12:12 WIB
loading...
A
A
A
Usai pemaparan, peserta diajak menjelajahi jalur konservasi sekitar satu kilometer. Di sepanjang rute, petugas menjelaskan peran penting pohon-pohon lokal, jenis burung endemik, dan jejak satwa liar.
Puncak kegiatan adalah penanaman pohon sebagai simbol pembelajaran konservasi. Setiap kegiatan melibatkan sekitar 100 bibit pohon. Di antaranya, Balau merah (Shorea balangeran), durian (Durio zibethinus), gaharu tanduk (Aquilaria beccariana), nangka monyet (Artocarpus rigidus), dan jambu-jambuan (Syzygium pendens).
Sejak program ini dimulai, total 2.480 pohon telah ditanam bersama para siswa. “Jenis Shorea balangeran termasuk kategori Critically Endangered (CR) menurut IUCN. Sementara jenis lain berfungsi sebagai pakan satwa liar di area HCV,” jelasnya.
Dia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menanamkan kecintaan terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi Environment, Health, and Safety (EHS) bagi siswa, khususnya dalam memahami pentingnya, keselamatan kerja dasar, dan perilaku hidup sehat. Selain itu, kegiatan ini turut melatih karakter kepemimpinan, kolaborasi, dan kreativitas siswa. Suasana penuh semangat tampak saat para siswa bergotong royong menanam pohon bersama dengan menerapkan prinsip keselamatan dan kerja sama yang baik. Baca juga: 10 Ayat Al Quran tentang Menjaga Lingkungan Hidup, Simak Ya!
Program sekolah alam Wilmar menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi anak-anak di usia dini. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga merasakan langsung bahwa alam adalah ruang belajar terbaik, tempat mereka belajar mengamati, bertanya, dan memahami kehidupan. “Setiap bibit yang mereka tanam menjadi simbol harapan bagi masa depan tentang kesabaran, tanggung jawab, dan cinta terhadap bumi,” terangnya.
Puncak kegiatan adalah penanaman pohon sebagai simbol pembelajaran konservasi. Setiap kegiatan melibatkan sekitar 100 bibit pohon. Di antaranya, Balau merah (Shorea balangeran), durian (Durio zibethinus), gaharu tanduk (Aquilaria beccariana), nangka monyet (Artocarpus rigidus), dan jambu-jambuan (Syzygium pendens).
Sejak program ini dimulai, total 2.480 pohon telah ditanam bersama para siswa. “Jenis Shorea balangeran termasuk kategori Critically Endangered (CR) menurut IUCN. Sementara jenis lain berfungsi sebagai pakan satwa liar di area HCV,” jelasnya.
Dia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menanamkan kecintaan terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi Environment, Health, and Safety (EHS) bagi siswa, khususnya dalam memahami pentingnya, keselamatan kerja dasar, dan perilaku hidup sehat. Selain itu, kegiatan ini turut melatih karakter kepemimpinan, kolaborasi, dan kreativitas siswa. Suasana penuh semangat tampak saat para siswa bergotong royong menanam pohon bersama dengan menerapkan prinsip keselamatan dan kerja sama yang baik. Baca juga: 10 Ayat Al Quran tentang Menjaga Lingkungan Hidup, Simak Ya!
Program sekolah alam Wilmar menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi anak-anak di usia dini. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga merasakan langsung bahwa alam adalah ruang belajar terbaik, tempat mereka belajar mengamati, bertanya, dan memahami kehidupan. “Setiap bibit yang mereka tanam menjadi simbol harapan bagi masa depan tentang kesabaran, tanggung jawab, dan cinta terhadap bumi,” terangnya.
(poe)
Lihat Juga :