Pengembangan Kemampuan Siswa, Wilmar Jadikan 2 Kawasan HCV Jadi Sekolah Alam

Senin, 09 Februari 2026 - 12:12 WIB
loading...
Pengembangan Kemampuan...
Para siswa belajar menanam pohon di lahan milik Wilmar Group di Kalteng yang dijadikan sebagai sekolah alam. Inisiatif ini bertujuan menumbuhkan kepedulian pelajar terhadap hutan dan kelestarian lingkungan. Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Mentaya Sawit Mas dan PT Karunia Kencana Permai ( Wilmar Group ) di Kalteng mengoperasikan dua kawasan high conservation value (HCV) seluas 5.211 hektare sebagai sekolah alam . Inisiatif ini bertujuan menumbuhkan kepedulian pelajar terhadap hutan dan kelestarian lingkungan .

Melalui program ini, Wilmar menyediakan berbagai fasilitas dan aktivitas edukatif di kawasan Eco Trail HCV, seperti pengenalan tumbuhan dan satwa liar dilindungi, edukasi nilai-nilai konservasi, serta kegiatan survival ringan seperti berjalan di sepanjang jungle track. Para siswa juga diajak mengimplementasikan pelajaran sekolah secara langsung di alam terbuka.

“Inisiatif ini bertujuan agar siswa mendapatkan pengalaman dan belajar langsung tentang alam,” kata Manager HCV Wilmar Central Kalimantan Project Moch Dasrial melalui keterangan pers, Senin (9/2/2026). Baca juga: Peduli Pendidikan, Wilmar Sediakan Sekolah Berkualitas di Perkebunan Sawit

Program edukasi ini mulai dijalankan sejak 2021. Selama 2023-2025, kegiatan ini telah diikuti oleh 1.380 siswa. Mulai 2024, perusahaan menggandeng Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah untuk memperkaya kegiatan, dengan pendampingan langsung dari penyuluh BKSDA. Para siswa diperkenalkan lebih dalam pada fungsi kawasan konservasi, jenis-jenis flora dan fauna dilindungi, serta ancaman terhadap ekosistem hutan.

Dasrial menjelaskan, satwa yang diperkenalkan meliputi orangutan, buaya muara, rangkong, rusa sambar, dan berbagai satwa liar lainnya. mereka juga diajak memahami ancaman perburuan dan pembukaan lahan terhadap kelestarian habitat. “Sesi ini menjadi pembuka wawasan, khususnya bagi siswa SD yang baru pertama kali mengunjungi kawasan konservasi,” ujarnya.

Usai pemaparan, peserta diajak menjelajahi jalur konservasi sekitar satu kilometer. Di sepanjang rute, petugas menjelaskan peran penting pohon-pohon lokal, jenis burung endemik, dan jejak satwa liar.

Puncak kegiatan adalah penanaman pohon sebagai simbol pembelajaran konservasi. Setiap kegiatan melibatkan sekitar 100 bibit pohon. Di antaranya, Balau merah (Shorea balangeran), durian (Durio zibethinus), gaharu tanduk (Aquilaria beccariana), nangka monyet (Artocarpus rigidus), dan jambu-jambuan (Syzygium pendens).

Sejak program ini dimulai, total 2.480 pohon telah ditanam bersama para siswa. “Jenis Shorea balangeran termasuk kategori Critically Endangered (CR) menurut IUCN. Sementara jenis lain berfungsi sebagai pakan satwa liar di area HCV,” jelasnya.

Dia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menanamkan kecintaan terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi Environment, Health, and Safety (EHS) bagi siswa, khususnya dalam memahami pentingnya, keselamatan kerja dasar, dan perilaku hidup sehat. Selain itu, kegiatan ini turut melatih karakter kepemimpinan, kolaborasi, dan kreativitas siswa. Suasana penuh semangat tampak saat para siswa bergotong royong menanam pohon bersama dengan menerapkan prinsip keselamatan dan kerja sama yang baik. Baca juga: 10 Ayat Al Quran tentang Menjaga Lingkungan Hidup, Simak Ya!

Program sekolah alam Wilmar menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi anak-anak di usia dini. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga merasakan langsung bahwa alam adalah ruang belajar terbaik, tempat mereka belajar mengamati, bertanya, dan memahami kehidupan. “Setiap bibit yang mereka tanam menjadi simbol harapan bagi masa depan tentang kesabaran, tanggung jawab, dan cinta terhadap bumi,” terangnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
Desa Les Bali Sukses...
Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Gerakan Plogging Dorong...
Gerakan Plogging Dorong Gaya Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan di Bali
Rekomendasi
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Persoalkan Penangkapan, Penahanan, Penggeledahan, hingga Pencekalan
HKBP 165 Padel Series...
HKBP 165 Padel Series III Bekasi Tarik Antusias 140 Peserta, Siap Berlanjut ke Bandung
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Berita Terkini
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Infografis
Bencana Alam dan Gelombang...
Bencana Alam dan Gelombang Panas Jadi Peringatan Dekatnya Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved