Bidik Kenaikan PAD Bekasi, BUMD Ini Percepat Evaluasi Kontrak dan Restrukturisasi Utang
Kamis, 05 Februari 2026 - 21:33 WIB
loading...
A
A
A
Dewas merupakan kepanjangan tangan KPM Perumda Tirta Bhagasasi, yakni Plt Bupati Bekasi. Karena itu, agenda Dewas sejalan dengan arah kebijakan direksi, termasuk rencana besar tahun 2026 untuk melakukan evaluasi kerja sama dan restrukturisasi utang dengan pihak ketiga.
Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi Daud Husin menyebut evaluasi kerja sama dengan pihak ketiga menjadi agenda utama program kerja tahun ini. “Akan ada restrukturisasi utang. Kami berupaya agar perusahaan ini lebih baik ke depan. Tahun ini fokus berbenah,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pegawai menjadikan 2026 sebagai tahun soliditas internal. “Dewan Pengawas memberi perhatian besar terhadap keberlanjutan perusahaan. Kami tidak ingin Perumda Tirta Bhagasasi terus terpuruk,” kata Daud.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, Reza Lutfi, menegaskan bahwa kerja sama dengan badan usaha swasta tetap dimungkinkan sesuai regulasi, mengingat keterbatasan kemampuan keuangan daerah dalam penyertaan modal.
Namun, ia menekankan bahwa ke depan kerja sama investasi hanya dilakukan berdasarkan kebutuhan pelayanan air bersih, bukan sekadar keinginan.
“Evaluasi masih terus dibahas. Ada beberapa badan usaha swasta yang sudah lama bekerja sama dengan kami. Prinsipnya, kerja sama harus saling menguntungkan dan mendukung peningkatan pelayanan serta pendapatan perusahaan,” ujar Reza.
Ia menambahkan, tahun 2026 menjadi momentum pembenahan menyeluruh bagi Perumda Tirta Bhagasasi, dengan tujuan memperluas cakupan layanan air bersih sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap PAD Kabupaten Bekasi.
Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi Daud Husin menyebut evaluasi kerja sama dengan pihak ketiga menjadi agenda utama program kerja tahun ini. “Akan ada restrukturisasi utang. Kami berupaya agar perusahaan ini lebih baik ke depan. Tahun ini fokus berbenah,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pegawai menjadikan 2026 sebagai tahun soliditas internal. “Dewan Pengawas memberi perhatian besar terhadap keberlanjutan perusahaan. Kami tidak ingin Perumda Tirta Bhagasasi terus terpuruk,” kata Daud.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, Reza Lutfi, menegaskan bahwa kerja sama dengan badan usaha swasta tetap dimungkinkan sesuai regulasi, mengingat keterbatasan kemampuan keuangan daerah dalam penyertaan modal.
Namun, ia menekankan bahwa ke depan kerja sama investasi hanya dilakukan berdasarkan kebutuhan pelayanan air bersih, bukan sekadar keinginan.
“Evaluasi masih terus dibahas. Ada beberapa badan usaha swasta yang sudah lama bekerja sama dengan kami. Prinsipnya, kerja sama harus saling menguntungkan dan mendukung peningkatan pelayanan serta pendapatan perusahaan,” ujar Reza.
Ia menambahkan, tahun 2026 menjadi momentum pembenahan menyeluruh bagi Perumda Tirta Bhagasasi, dengan tujuan memperluas cakupan layanan air bersih sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap PAD Kabupaten Bekasi.
(shf)
Lihat Juga :