Dorong Peternak Lahat Naik Kelas, Safri Dampingi Warga dan Salurkan Puluhan Kambing serta Sapi
Jum'at, 23 Januari 2026 - 18:44 WIB
loading...
A
A
A
Masih di bulan dan kecamatan yang sama, Safri juga mewujudkan langkah pemberdayaan dengan menyerahkan 52 ekor kambing ke Kelompok Ternak Merapi Anugerah Bersatu yang berada di Desa Merapi.
Menurut Safri, peternak sangat antusias dan semakin bersemangat menjalankan usaha. Inisiatif ini dilakukannya berdasarkan aspirasi masyarakat yang mayoritas adalah kelompok tani dan peternak kecil yang selama ini bekerja keras namun membutuhkan dukungan modal dan akses pasar.
“Ini bukan sekadar bantuan hewan ternak, tetapi juga investasi warga yang saya harap bisa menjadi sumber pendapatan keluarga. Ketika keluarga punya sapi atau kambing, itu berarti ada penghasilan tambahan yang bisa menunjang kebutuhan sehari-hari,” ujar wakil rakyat dari Partai Perindo ini.
Ia menambahkan para peternak menunjukkan pertumbuhan usaha setelah pendampingan dan bantuan tersebut. Melihat respons positif dari warga, Safri juga sudah merencanakan program pengembangan ayam petelur dan ternak entog atau mentok pada 2026.
Program ini dirancang agar peternak lokal bisa memanfaatkan komoditas unggas yang memiliki pasar stabil. “Permintaan telur di pasar lokal sangat tinggi. Melalui model ayam petelur dan entog, kami berharap kelompok peternak bisa memiliki usaha yang berkelanjutan, bukan hanya sekali bantuan,” kata Safri.
Rencana tersebut juga mempertimbangkan potensi pasar lokal yang jelas di Lahat, di mana konsumsi protein hewani menjadi bagian rutinitas konsumsi masyarakat. Dengan menguatkan produksi telur lokal, Safri percaya peternak bisa lebih mandiri dan pendapatan keluarga meningkat.
Menurutnya, program peternakan ini diarahkan agar keluarga petani memiliki sumber penghasilan rutin, bukan hanya bergantung pada sektor tambang atau pekerjaan musiman.
Menurut Safri, peternak sangat antusias dan semakin bersemangat menjalankan usaha. Inisiatif ini dilakukannya berdasarkan aspirasi masyarakat yang mayoritas adalah kelompok tani dan peternak kecil yang selama ini bekerja keras namun membutuhkan dukungan modal dan akses pasar.
“Ini bukan sekadar bantuan hewan ternak, tetapi juga investasi warga yang saya harap bisa menjadi sumber pendapatan keluarga. Ketika keluarga punya sapi atau kambing, itu berarti ada penghasilan tambahan yang bisa menunjang kebutuhan sehari-hari,” ujar wakil rakyat dari Partai Perindo ini.
Ia menambahkan para peternak menunjukkan pertumbuhan usaha setelah pendampingan dan bantuan tersebut. Melihat respons positif dari warga, Safri juga sudah merencanakan program pengembangan ayam petelur dan ternak entog atau mentok pada 2026.
Program ini dirancang agar peternak lokal bisa memanfaatkan komoditas unggas yang memiliki pasar stabil. “Permintaan telur di pasar lokal sangat tinggi. Melalui model ayam petelur dan entog, kami berharap kelompok peternak bisa memiliki usaha yang berkelanjutan, bukan hanya sekali bantuan,” kata Safri.
Rencana tersebut juga mempertimbangkan potensi pasar lokal yang jelas di Lahat, di mana konsumsi protein hewani menjadi bagian rutinitas konsumsi masyarakat. Dengan menguatkan produksi telur lokal, Safri percaya peternak bisa lebih mandiri dan pendapatan keluarga meningkat.
Menurutnya, program peternakan ini diarahkan agar keluarga petani memiliki sumber penghasilan rutin, bukan hanya bergantung pada sektor tambang atau pekerjaan musiman.
Lihat Juga :