Satu Abad Kebun Teh Kayu Aro, Bupati Kerinci Dorong Perkuat Kerja Sama Pemda-PTPN IV
Selasa, 20 Januari 2026 - 15:02 WIB
loading...
Pemkab) Kerinci mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah daerah (Pemda) dengan PTPN IV PalmCo. Foto/istimewa
A
A
A
JAMBI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah daerah (Pemda) dengan PTPN IV PalmCo. Hal itu menandai satu abad Kebun Teh Kayu Aro Kerinci, Jambi.
Puncak peringatan seratus tahun Kebun Teh Kayu Aro digelar pada 30 Desember 2025 lalu di tengah bentang hijau lereng Gunung Kerinci ini mengusung tajuk ”Seabad Aroma, Rasa, Warna, dan Sejuta Cerita”. Peringatan itu juga menandai pentingnya posisi kebun teh bagi PTPN IV PalmCo dan juga daerah.
Bagi Pemkab Kerinci, Kebun Teh Kayu Aro adalah identitas daerah. Bupati Kerinci Monadi menyebut keberadaan kebun teh ini tak terpisahkan dari denyut ekonomi dan pariwisata setempat.
Baca juga: Teh-Teh Mahal di Dunia
“Untuk itu kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PTPN IV PalmCo terus diperkuat, agar kejayaan Kayu Aro sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Monadi dikutip Selasa (20/1/2025).
Sementara itu, Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menegaskan, Kayu Aro adalah lebih dari sekadar aset bisnis. Kebun teh ini juga merupakan bagian dari sejarah panjang industri perkebunan nasional.
“Selama 100 tahun, Kayu Aro telah menjadi saksi perjalanan industri teh dari masa ke masa. Hari ini, kebun ini dikelola sepenuhnya oleh anak bangsa, dan itu adalah kebanggaan tersendiri,” ujar Jatmiko.
Menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya menjaga keberlanjutan produksi, tetapi juga memastikan kualitas Teh Kayu Aro mampu bersaing di pasar global, tanpa kehilangan pijakan kuat di pasar domestik. Dengan demikian, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh masyarakat di sekitar perkebunan yang bekerja dan hidup bersama.
Baca juga: Tingkatkan Produksi Teh, Petani Teh Menoreh Ikuti Bimtek PPTK
Momentum satu abad dimaknai PalmCo sebagai ruang refleksi sekaligus akselerasi. Salah satu langkah konkret yang diperkenalkan adalah peluncuran kemasan baru teh seduh dan teh celup Kayu Aro. Rebranding ini dirancang untuk menyegarkan identitas produk agar lebih relevan dengan selera konsumen masa kini.
“Transformasi kami lakukan melalui modernisasi dan digitalisasi, tetapi nilai historis dan keunikan Kayu Aro tetap dijaga,” kata Ugun Untaryo, Direktur Strategi dan Sustainability Palmco.
Ugun menekankan bahwa peningkatan produktivitas dan standar kualitas menjadi fondasi utama pengelolaan kebun teh di abad kedua ini. Secara bisnis, sejak tahun 2008, sekitar 4,5% dari total produksi teh PTPN IV disuply oleh kebun teh Kayu Aro.
Memasuki abad kedua, PalmCo menaruh optimisme besar. Sejarah panjang Kayu Aro dijadikan pijakan untuk melangkah lebih jauh, bukan sekadar nostalgia.
“Seratus tahun adalah awal dari babak baru. Dari sini, kita menuliskan cerita-cerita baru yang lebih kuat dan mengukuhkan Teh Kayu Aro sebagai salah satu standar kualitas teh dunia,” harap Jatmiko.
Puncak peringatan seratus tahun Kebun Teh Kayu Aro digelar pada 30 Desember 2025 lalu di tengah bentang hijau lereng Gunung Kerinci ini mengusung tajuk ”Seabad Aroma, Rasa, Warna, dan Sejuta Cerita”. Peringatan itu juga menandai pentingnya posisi kebun teh bagi PTPN IV PalmCo dan juga daerah.
Bagi Pemkab Kerinci, Kebun Teh Kayu Aro adalah identitas daerah. Bupati Kerinci Monadi menyebut keberadaan kebun teh ini tak terpisahkan dari denyut ekonomi dan pariwisata setempat.
Baca juga: Teh-Teh Mahal di Dunia
“Untuk itu kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PTPN IV PalmCo terus diperkuat, agar kejayaan Kayu Aro sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Monadi dikutip Selasa (20/1/2025).
Sementara itu, Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menegaskan, Kayu Aro adalah lebih dari sekadar aset bisnis. Kebun teh ini juga merupakan bagian dari sejarah panjang industri perkebunan nasional.
“Selama 100 tahun, Kayu Aro telah menjadi saksi perjalanan industri teh dari masa ke masa. Hari ini, kebun ini dikelola sepenuhnya oleh anak bangsa, dan itu adalah kebanggaan tersendiri,” ujar Jatmiko.
Menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya menjaga keberlanjutan produksi, tetapi juga memastikan kualitas Teh Kayu Aro mampu bersaing di pasar global, tanpa kehilangan pijakan kuat di pasar domestik. Dengan demikian, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh masyarakat di sekitar perkebunan yang bekerja dan hidup bersama.
Baca juga: Tingkatkan Produksi Teh, Petani Teh Menoreh Ikuti Bimtek PPTK
Momentum satu abad dimaknai PalmCo sebagai ruang refleksi sekaligus akselerasi. Salah satu langkah konkret yang diperkenalkan adalah peluncuran kemasan baru teh seduh dan teh celup Kayu Aro. Rebranding ini dirancang untuk menyegarkan identitas produk agar lebih relevan dengan selera konsumen masa kini.
“Transformasi kami lakukan melalui modernisasi dan digitalisasi, tetapi nilai historis dan keunikan Kayu Aro tetap dijaga,” kata Ugun Untaryo, Direktur Strategi dan Sustainability Palmco.
Ugun menekankan bahwa peningkatan produktivitas dan standar kualitas menjadi fondasi utama pengelolaan kebun teh di abad kedua ini. Secara bisnis, sejak tahun 2008, sekitar 4,5% dari total produksi teh PTPN IV disuply oleh kebun teh Kayu Aro.
Memasuki abad kedua, PalmCo menaruh optimisme besar. Sejarah panjang Kayu Aro dijadikan pijakan untuk melangkah lebih jauh, bukan sekadar nostalgia.
“Seratus tahun adalah awal dari babak baru. Dari sini, kita menuliskan cerita-cerita baru yang lebih kuat dan mengukuhkan Teh Kayu Aro sebagai salah satu standar kualitas teh dunia,” harap Jatmiko.
(cip)
Lihat Juga :