Kubu Raja Keraton Solo PB XIV Purbaya Keberatan Keputusan Menteri Kebudayaan
Senin, 19 Januari 2026 - 14:55 WIB
loading...
A
A
A
Untuk itu, pihaknya mendesak Menteri Kebudayaan untuk membatalkan, sekaligus mencabut kedua keputusan tersebut. Kerabat Raja PB XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani mengatakan, pihaknya melihat ketidakadilan terkait proses yang diputuskan oleh Menteri Kebudayaan.
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyampaikan, penunjukan KGPHPA Tedjowulan sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional, dilihat dari sisi pemerintah untuk melakukan penjagaan terhadap cagar budaya.
Dari tinjauannya di lingkungan Keraton Solo, Fadli Zon melihat bangunan-bangunan yang kurang terawat dengan baik. Diharapkan nantinya dapat direvitalisasi, sehingga ke depan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dapat menjadi objek wisata budaya, wisata sejarah, wisata kuliner, dan wisata religi.
Dirinya menilai hal itu sangat potensial, dan baik untuk keraton, keluarga besar keraton, dan Solo. Pihaknya sebenarnya sudah berupaya menjalin komunikasi dengan pihak Raja PB XIV Purbaya. Hanya saja saat diundang ternyata tidak datang.
KGPHPA Tedjowulan sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional, kata Fadli Zon, beliau yang nantinya yang akan mengundang terkait musyawarah mufakat semua kerabat.
"Harus kita tunjuk dulu siapa pelaksananya. Semacam penanggung jawab, supaya kalau kita mau menghibahkan ada dana, kepada siapa?. Kalau nanti nggak ada dukungan bantuan, pemerintah nanti yang disalahkan," kata Fadli Zon.
Sebelumnya, acara seremonial penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) diwarnai kericuhan, Minggu (18/1/2026). Salah satu kerabat keraton, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani mendadak menyampaikan protes saat acara berlangsung.
Protes dilontarkan usai Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyampaikan pidato sambutan. Kala itu, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani memegang microfon dan mulai menyampaikan uneg-unegnya.
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyampaikan, penunjukan KGPHPA Tedjowulan sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional, dilihat dari sisi pemerintah untuk melakukan penjagaan terhadap cagar budaya.
Dari tinjauannya di lingkungan Keraton Solo, Fadli Zon melihat bangunan-bangunan yang kurang terawat dengan baik. Diharapkan nantinya dapat direvitalisasi, sehingga ke depan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dapat menjadi objek wisata budaya, wisata sejarah, wisata kuliner, dan wisata religi.
Dirinya menilai hal itu sangat potensial, dan baik untuk keraton, keluarga besar keraton, dan Solo. Pihaknya sebenarnya sudah berupaya menjalin komunikasi dengan pihak Raja PB XIV Purbaya. Hanya saja saat diundang ternyata tidak datang.
KGPHPA Tedjowulan sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional, kata Fadli Zon, beliau yang nantinya yang akan mengundang terkait musyawarah mufakat semua kerabat.
"Harus kita tunjuk dulu siapa pelaksananya. Semacam penanggung jawab, supaya kalau kita mau menghibahkan ada dana, kepada siapa?. Kalau nanti nggak ada dukungan bantuan, pemerintah nanti yang disalahkan," kata Fadli Zon.
Sebelumnya, acara seremonial penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) diwarnai kericuhan, Minggu (18/1/2026). Salah satu kerabat keraton, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani mendadak menyampaikan protes saat acara berlangsung.
Protes dilontarkan usai Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyampaikan pidato sambutan. Kala itu, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani memegang microfon dan mulai menyampaikan uneg-unegnya.
(shf)
Lihat Juga :