Imbas Banjir di Jalan Yos Sudarso, Pemotor Boleh Masuk Tol Wiyoto Wiyono
Minggu, 18 Januari 2026 - 09:59 WIB
loading...
Hujan deras yang mengguyur Jakarta Utara, Minggu pagi (18/1/2026) menyebabkan banjir di Jalan Yos Sudarso. Pemotor akhirnya diizinkan masuk ke Jalan Tol Wiyoto Wiyono. Foto/Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Utara pada Minggu pagi (18/1/2026) menyebabkan banjir cukup tinggi di ruas Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Akibat banjir yang tidak dapat dilintasi kendaraan roda dua tersebut, petugas terpaksa mengizinkan pengendara sepeda motor masuk ke Jalan Tol Dalam Kota Wiyoto Wiyono.
![Imbas Banjir di Jalan Yos Sudarso, Pemotor Boleh Masuk Tol Wiyoto Wiyono]()
Terpantau genangan air setinggi 40 hingga 60 sentimeter merendam akses jalan dari arah Cempaka Putih menuju Tanjung Priok. Kondisi ini membuat lalu lintas lumpuh, bahkan beberapa pengendara motor yang nekat menerjang banjir berakhir terjatuh karena tingginya debit air.
Baca juga: Banjir Jakarta Rendam 16 RT dan 10 Ruas Jalan Pagi Ini, Ini Daftar Lokasi Terdampak
Melihat kondisi darurat tersebut, petugas jalan tol mengambil diskresi dengan mengarahkan para pemotor masuk ke jalur tol guna menghindari titik banjir sepanjang kurang lebih dua kilometer.
Asrul, salah satu pengendara motor yang melintas, mengaku sangat terbantu dengan kebijakan ini karena kondisi jalan raya sudah tidak mungkin dilewati.
"Tadi genangannya tinggi banget, mesin motor bisa mati kalau dipaksa. Untungnya petugas kasih izin masuk tol sebentar untuk lewat," ujar Asrul di lokasi.
Baca juga: Cuaca Ekstrem di Jabodetabek Berlangsung hingga 23 Januari, Cek Daftar Wilayah Terdampak!
Senada dengan Asrul, Abdi, pengendara lainnya, menyebutkan bahwa banyak rekan sesama pemotor yang hampir celaka karena memaksakan lewat jalur biasa.
"Banyak yang jatuh tadi karena lubang nggak kelihatan ketutup air. Masuk tol ini jadi solusi paling aman buat kami saat ini," kata Abdi.
Petugas tol mengimbau para pengendara motor yang melintas di dalam tol untuk tetap menjaga kecepatan dan segera keluar di pintu tol terdekat setelah melewati titik banjir. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan pengendara motor dan mobil yang berada di dalam jalur bebas hambatan.
Warga dan pengguna jalan berharap Pemerintah Provinsi Jakarta segera melakukan pembenahan pada saluran air di kawasan tersebut. Diduga, sistem drainase yang tersumbat menjadi pemicu air tidak mengalir maksimal saat hujan deras tiba, sehingga mengganggu aktivitas transportasi warga.

Terpantau genangan air setinggi 40 hingga 60 sentimeter merendam akses jalan dari arah Cempaka Putih menuju Tanjung Priok. Kondisi ini membuat lalu lintas lumpuh, bahkan beberapa pengendara motor yang nekat menerjang banjir berakhir terjatuh karena tingginya debit air.
Baca juga: Banjir Jakarta Rendam 16 RT dan 10 Ruas Jalan Pagi Ini, Ini Daftar Lokasi Terdampak
Melihat kondisi darurat tersebut, petugas jalan tol mengambil diskresi dengan mengarahkan para pemotor masuk ke jalur tol guna menghindari titik banjir sepanjang kurang lebih dua kilometer.
Asrul, salah satu pengendara motor yang melintas, mengaku sangat terbantu dengan kebijakan ini karena kondisi jalan raya sudah tidak mungkin dilewati.
"Tadi genangannya tinggi banget, mesin motor bisa mati kalau dipaksa. Untungnya petugas kasih izin masuk tol sebentar untuk lewat," ujar Asrul di lokasi.
Baca juga: Cuaca Ekstrem di Jabodetabek Berlangsung hingga 23 Januari, Cek Daftar Wilayah Terdampak!
Senada dengan Asrul, Abdi, pengendara lainnya, menyebutkan bahwa banyak rekan sesama pemotor yang hampir celaka karena memaksakan lewat jalur biasa.
"Banyak yang jatuh tadi karena lubang nggak kelihatan ketutup air. Masuk tol ini jadi solusi paling aman buat kami saat ini," kata Abdi.
Petugas tol mengimbau para pengendara motor yang melintas di dalam tol untuk tetap menjaga kecepatan dan segera keluar di pintu tol terdekat setelah melewati titik banjir. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan pengendara motor dan mobil yang berada di dalam jalur bebas hambatan.
Warga dan pengguna jalan berharap Pemerintah Provinsi Jakarta segera melakukan pembenahan pada saluran air di kawasan tersebut. Diduga, sistem drainase yang tersumbat menjadi pemicu air tidak mengalir maksimal saat hujan deras tiba, sehingga mengganggu aktivitas transportasi warga.
(shf)
Lihat Juga :