Bencana Hidrometeorologi Masih Terjadi di Pekan Ketiga Januari
Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:26 WIB
loading...
A
A
A
Akibat kejadian ini, sedikitnya 13 desa dan tiga kelurahan di empat kecamatan terdampak, dengan jumlah warga terdampak mencapai 192 KK atau 727 jiwa. Kerugian materiil meliputi 14 unit rumah rusak berat, satu unit rumah rusak sedang, serta 177 unit rumah rusak ringan.
BPBD Kabupaten Konawe Utara telah merespons kejadian ini dengan melakukan pendataan serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Hingga Kamis (15/1), tim reaksi cepat BPBD setempat masih melakukan pendataan dan penanganan di lokasi kejadian.
Sementara itu, di wilayah Sulawesi Utara, tepatnya Kabupaten Kepulauan Talaud, banjir terjadi pada Senin (12/1) yang mengakibatkan sedikitnya 95 KK terdampak dengan 95 unit rumah terendam.
Banjir tersebut disebabkan oleh luapan air sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi. Merespons kejadian ini, BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud telah melakukan pemantauan, evakuasi, serta pendataan di lokasi terdampak. Pada Kamis (15/1), banjir dilaporkan telah surut.
Muhari menekankan berbagai kejadian bencana hidrometeorologi basah tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi, baik BNPB, BMKG, maupun pemerintah daerah.
"Masyarakat juga dapat menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air, serta menyiapkan kebutuhan darurat seperti dokumen penting, obat-obatan, dan perlengkapan evakuasi," katanya.
Kata dia, apabila terjadi hujan lebat berkepanjangan atau kenaikan tinggi muka air, dia mewanti-wanti agar masyarakat segera meningkatkan kewaspadaan mulai dari lingkungan keluarga dan sekitar rumah. "Saat beraktivitas di luar ruang dalam kondisi hujan deras dan angin kencang, masyarakat menjauhi pohon besar yang berpotensi tumbang," ujar dia.
BPBD Kabupaten Konawe Utara telah merespons kejadian ini dengan melakukan pendataan serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Hingga Kamis (15/1), tim reaksi cepat BPBD setempat masih melakukan pendataan dan penanganan di lokasi kejadian.
Sementara itu, di wilayah Sulawesi Utara, tepatnya Kabupaten Kepulauan Talaud, banjir terjadi pada Senin (12/1) yang mengakibatkan sedikitnya 95 KK terdampak dengan 95 unit rumah terendam.
Banjir tersebut disebabkan oleh luapan air sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi. Merespons kejadian ini, BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud telah melakukan pemantauan, evakuasi, serta pendataan di lokasi terdampak. Pada Kamis (15/1), banjir dilaporkan telah surut.
Muhari menekankan berbagai kejadian bencana hidrometeorologi basah tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi, baik BNPB, BMKG, maupun pemerintah daerah.
"Masyarakat juga dapat menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air, serta menyiapkan kebutuhan darurat seperti dokumen penting, obat-obatan, dan perlengkapan evakuasi," katanya.
Kata dia, apabila terjadi hujan lebat berkepanjangan atau kenaikan tinggi muka air, dia mewanti-wanti agar masyarakat segera meningkatkan kewaspadaan mulai dari lingkungan keluarga dan sekitar rumah. "Saat beraktivitas di luar ruang dalam kondisi hujan deras dan angin kencang, masyarakat menjauhi pohon besar yang berpotensi tumbang," ujar dia.
(rca)
Lihat Juga :