Jelang Ramadan, Kemenag Percepat Pemulihan Tempat Ibadah Terdampak Banjir Sumatera
Rabu, 14 Januari 2026 - 16:36 WIB
loading...
A
A
A
Menjelang Ramadan, Zayadi berharap rumah ibadah dan KUA dapat kembali berfungsi optimal. Menurutnya, KUA memiliki peran strategis sebagai pusat layanan multifungsi, mulai dari pencatatan pernikahan, konsultasi syariah, zakat, wakaf, hingga penanganan konflik sosial keagamaan.
Di Sumatera Utara, Direktorat Jenderal Bimas Islam juga menyalurkan bantuan pascabencana senilai Rp1,25 miliar kepada majelis taklim, ormas Islam, yayasan, tokoh agama, serta rehabilitasi masjid dan musala terdampak banjir.
Bantuan rehabilitasi masjid dan musala dialokasikan sebesar Rp50 juta per unit, dengan total Rp750 juta, sementara Rp500 juta disalurkan kepada lembaga keagamaan dan tokoh agama.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam mendukung pemulihan kehidupan keagamaan masyarakat pascabencana.
“Kami berharap bantuan ini dapat mempercepat pemulihan aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan, sekaligus menguatkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit,” ujarnya saat menyerahkan bantuan di Langkat.
Arsad menambahkan, masjid dan musala tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan spiritual masyarakat. Dengan pemulihan fasilitas keagamaan ini, Kemenag berharap masyarakat terdampak bencana dapat kembali beribadah dengan nyaman dan aman.
Rangkaian kegiatan pemulihan tersebut melibatkan Kanwil Kemenag provinsi setempat, unit zakat dan wakaf, Baznas, berbagai LAZ nasional, penyuluh agama, ormas Islam, tokoh masyarakat, serta dukungan civitas akademika, termasuk kolaborasi dengan UIN Ar-Raniry.
Di Sumatera Utara, Direktorat Jenderal Bimas Islam juga menyalurkan bantuan pascabencana senilai Rp1,25 miliar kepada majelis taklim, ormas Islam, yayasan, tokoh agama, serta rehabilitasi masjid dan musala terdampak banjir.
Bantuan rehabilitasi masjid dan musala dialokasikan sebesar Rp50 juta per unit, dengan total Rp750 juta, sementara Rp500 juta disalurkan kepada lembaga keagamaan dan tokoh agama.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam mendukung pemulihan kehidupan keagamaan masyarakat pascabencana.
“Kami berharap bantuan ini dapat mempercepat pemulihan aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan, sekaligus menguatkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit,” ujarnya saat menyerahkan bantuan di Langkat.
Arsad menambahkan, masjid dan musala tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan spiritual masyarakat. Dengan pemulihan fasilitas keagamaan ini, Kemenag berharap masyarakat terdampak bencana dapat kembali beribadah dengan nyaman dan aman.
Rangkaian kegiatan pemulihan tersebut melibatkan Kanwil Kemenag provinsi setempat, unit zakat dan wakaf, Baznas, berbagai LAZ nasional, penyuluh agama, ormas Islam, tokoh masyarakat, serta dukungan civitas akademika, termasuk kolaborasi dengan UIN Ar-Raniry.
(cip)
Lihat Juga :