Dampingi Presiden Resmikan RDMP Balikpapan, AHY: Bangun Kemandirian Energi Nasional
Selasa, 13 Januari 2026 - 09:32 WIB
loading...
A
A
A
AHY juga menekankan RDMP Balikpapan memiliki peran strategis dalam mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Pemerintah. Selain itu, RDMP juga dapat meningkatkan produk LPG dari 48 ribu ton per tahun menjadi 384.000 ton per tahun, sehingga berpotensi mengurangi impor LPG sekitar 4,9%.
Baca juga: Deretan Perwira yang Dimutasi ke Bais TNI dan Unhan pada Desember 2025. Ini Namanya
“Kilang ini dirancang dengan kompleksitas yang lebih tinggi, sehingga mampu menghasilkan beragam produk bernilai tambah seperti LPG, gasoline, hingga bahan baku petrokimia. Ini penting untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat industri dalam negeri,” jelasnya.
RDMP Balikpapan juga mencatat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 35% dan menyerap lebih dari 24.000 tenaga kerja selama masa konstruksi, memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat dan daerah. Selanjutnya, Menko AHY juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis yang inklusif dan berkelanjutan.
“Pemerintah akan terus memastikan bahwa setiap proyek infrastruktur strategis tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi rakyat, memperkuat daya saing bangsa, dan menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Menko AHY.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengembangkan energi terbarukan, khususnya melalui pemanfaatan energi air dan tenaga surya. Pengembangan panel surya yang terintegrasi dengan sistem kelistrikan nasional diarahkan untuk mewujudkan kemandirian energi, sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada impor energi dari luar negeri.
Baca juga: Deretan Perwira yang Dimutasi ke Bais TNI dan Unhan pada Desember 2025. Ini Namanya
“Kilang ini dirancang dengan kompleksitas yang lebih tinggi, sehingga mampu menghasilkan beragam produk bernilai tambah seperti LPG, gasoline, hingga bahan baku petrokimia. Ini penting untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat industri dalam negeri,” jelasnya.
RDMP Balikpapan juga mencatat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 35% dan menyerap lebih dari 24.000 tenaga kerja selama masa konstruksi, memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat dan daerah. Selanjutnya, Menko AHY juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis yang inklusif dan berkelanjutan.
“Pemerintah akan terus memastikan bahwa setiap proyek infrastruktur strategis tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi rakyat, memperkuat daya saing bangsa, dan menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Menko AHY.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengembangkan energi terbarukan, khususnya melalui pemanfaatan energi air dan tenaga surya. Pengembangan panel surya yang terintegrasi dengan sistem kelistrikan nasional diarahkan untuk mewujudkan kemandirian energi, sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada impor energi dari luar negeri.
Lihat Juga :