1 Jenazah WNA Spanyol Korban KM Putri Sakinah di Labuan Bajo Ditemukan
Minggu, 04 Januari 2026 - 10:53 WIB
loading...
A
A
A
“Tepat Pukul 08.47 Wita pagi tadi Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah diduga korban KM. Putri Sakinahpada koordinat 8°36'32.58"S - 119°36'32.22"E dan jarak penemuan korban dari LKK sejauh 1.13 Nautical Mile oleh Tim RIB KPJ 2007 (Ditpolair Polda NTT) selanjutnya korban dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Puntadewa untuk dibawa menuju ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo dan akan diidentifikasi oleh tim forensik DVI Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo,” ujarnya.
Selanjutnya, jenazah dievakuasi menuju KN SAR Puntadewa untuk dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Proses identifikasi akan dilakukan oleh tim forensik Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo.
Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan melibatkan sekitar 160 personel dari berbagai instansi, termasuk Basarnas Maumere, Pos SAR Manggarai Barat, KSOP Labuan Bajo, Polairud, TNI AL, TNI AD, Balai Taman Nasional Komodo, BPBD Manggarai Barat, Imigrasi, unsur relawan, komunitas penyelam profesional, operator kapal wisata, hingga media nasional.
Selain personel, operasi SAR juga didukung oleh 18 unit alat utama (alut) laut, di antaranya KN SAR Puntadewa, kapal patroli Polairud dan KSOP, RIB, sea rider, serta berbagai speed boat. Pencarian turut diperkuat dengan peralatan SAR modern seperti drone thermal, sonar dua dimensi dan multibeam sonar, peralatan selam, sistem komunikasi satelit Starlink, hingga underwater drone.
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus melanjutkan operasi pencarian terhadap korban lainnya dengan mengedepankan keselamatan personel dan efektivitas pencarian di wilayah perairan Pulau Padar dan sekitarnya.
Selanjutnya, jenazah dievakuasi menuju KN SAR Puntadewa untuk dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Proses identifikasi akan dilakukan oleh tim forensik Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo.
Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan melibatkan sekitar 160 personel dari berbagai instansi, termasuk Basarnas Maumere, Pos SAR Manggarai Barat, KSOP Labuan Bajo, Polairud, TNI AL, TNI AD, Balai Taman Nasional Komodo, BPBD Manggarai Barat, Imigrasi, unsur relawan, komunitas penyelam profesional, operator kapal wisata, hingga media nasional.
Selain personel, operasi SAR juga didukung oleh 18 unit alat utama (alut) laut, di antaranya KN SAR Puntadewa, kapal patroli Polairud dan KSOP, RIB, sea rider, serta berbagai speed boat. Pencarian turut diperkuat dengan peralatan SAR modern seperti drone thermal, sonar dua dimensi dan multibeam sonar, peralatan selam, sistem komunikasi satelit Starlink, hingga underwater drone.
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus melanjutkan operasi pencarian terhadap korban lainnya dengan mengedepankan keselamatan personel dan efektivitas pencarian di wilayah perairan Pulau Padar dan sekitarnya.
(rca)
Lihat Juga :