1 Jenazah WNA Spanyol Korban KM Putri Sakinah di Labuan Bajo Ditemukan
Minggu, 04 Januari 2026 - 10:53 WIB
loading...
Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu jenazah yang diduga merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol, korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di Perairan Pulau Padar, Labuan Bajo. Foto/Istimewa
A
A
A
LABUAN BAJO - Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu jenazah yang diduga merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol, korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di Perairan Pulau Padar, Labuan Bajo. Penemuan tersebut terjadi pada Sabtu (4/1/2026), atau hari kesepuluh pelaksanaan operasi pencarian.
Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur SAR dari pusat hingga daerah.
“Tim SAR Gabungan hari ini melaksanakan pencarian 3 WNA Spanyol yang memasuki hari ke sepuluh, dengan melaksanakan penyisiran di Pulau-pulau terdekat, penurunan sonar serta penyelaman,” ungkap Fathur dalam keterangan tertulisnya.
![1 Jenazah WNA Spanyol Korban KM Putri Sakinah di Labuan Bajo Ditemukan]()
Baca juga: 3 Turis Spanyol Korban Tenggelamnya KM Putri Sakinah di Labuan Bajo Belum Ditemukan, Pencarian Diperpanjang 4 Hari
Jenazah ditemukan pada pukul 08.47 WITA oleh Tim RIB KPJ 2007 milik Ditpolair Polda NTT. Lokasi penemuan berada pada koordinat 8°36'32.58"S - 119°36'32.22"E dengan jarak sekitar 1,13 nautical mile dari lokasi kejadian kapal karam (LKK).
“Tepat Pukul 08.47 Wita pagi tadi Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah diduga korban KM. Putri Sakinahpada koordinat 8°36'32.58"S - 119°36'32.22"E dan jarak penemuan korban dari LKK sejauh 1.13 Nautical Mile oleh Tim RIB KPJ 2007 (Ditpolair Polda NTT) selanjutnya korban dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Puntadewa untuk dibawa menuju ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo dan akan diidentifikasi oleh tim forensik DVI Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo,” ujarnya.
Selanjutnya, jenazah dievakuasi menuju KN SAR Puntadewa untuk dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Proses identifikasi akan dilakukan oleh tim forensik Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo.
Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan melibatkan sekitar 160 personel dari berbagai instansi, termasuk Basarnas Maumere, Pos SAR Manggarai Barat, KSOP Labuan Bajo, Polairud, TNI AL, TNI AD, Balai Taman Nasional Komodo, BPBD Manggarai Barat, Imigrasi, unsur relawan, komunitas penyelam profesional, operator kapal wisata, hingga media nasional.
Selain personel, operasi SAR juga didukung oleh 18 unit alat utama (alut) laut, di antaranya KN SAR Puntadewa, kapal patroli Polairud dan KSOP, RIB, sea rider, serta berbagai speed boat. Pencarian turut diperkuat dengan peralatan SAR modern seperti drone thermal, sonar dua dimensi dan multibeam sonar, peralatan selam, sistem komunikasi satelit Starlink, hingga underwater drone.
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus melanjutkan operasi pencarian terhadap korban lainnya dengan mengedepankan keselamatan personel dan efektivitas pencarian di wilayah perairan Pulau Padar dan sekitarnya.
Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur SAR dari pusat hingga daerah.
“Tim SAR Gabungan hari ini melaksanakan pencarian 3 WNA Spanyol yang memasuki hari ke sepuluh, dengan melaksanakan penyisiran di Pulau-pulau terdekat, penurunan sonar serta penyelaman,” ungkap Fathur dalam keterangan tertulisnya.
.jpg)
Baca juga: 3 Turis Spanyol Korban Tenggelamnya KM Putri Sakinah di Labuan Bajo Belum Ditemukan, Pencarian Diperpanjang 4 Hari
Jenazah ditemukan pada pukul 08.47 WITA oleh Tim RIB KPJ 2007 milik Ditpolair Polda NTT. Lokasi penemuan berada pada koordinat 8°36'32.58"S - 119°36'32.22"E dengan jarak sekitar 1,13 nautical mile dari lokasi kejadian kapal karam (LKK).
“Tepat Pukul 08.47 Wita pagi tadi Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah diduga korban KM. Putri Sakinahpada koordinat 8°36'32.58"S - 119°36'32.22"E dan jarak penemuan korban dari LKK sejauh 1.13 Nautical Mile oleh Tim RIB KPJ 2007 (Ditpolair Polda NTT) selanjutnya korban dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Puntadewa untuk dibawa menuju ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo dan akan diidentifikasi oleh tim forensik DVI Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo,” ujarnya.
Selanjutnya, jenazah dievakuasi menuju KN SAR Puntadewa untuk dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Proses identifikasi akan dilakukan oleh tim forensik Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo.
Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan melibatkan sekitar 160 personel dari berbagai instansi, termasuk Basarnas Maumere, Pos SAR Manggarai Barat, KSOP Labuan Bajo, Polairud, TNI AL, TNI AD, Balai Taman Nasional Komodo, BPBD Manggarai Barat, Imigrasi, unsur relawan, komunitas penyelam profesional, operator kapal wisata, hingga media nasional.
Selain personel, operasi SAR juga didukung oleh 18 unit alat utama (alut) laut, di antaranya KN SAR Puntadewa, kapal patroli Polairud dan KSOP, RIB, sea rider, serta berbagai speed boat. Pencarian turut diperkuat dengan peralatan SAR modern seperti drone thermal, sonar dua dimensi dan multibeam sonar, peralatan selam, sistem komunikasi satelit Starlink, hingga underwater drone.
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus melanjutkan operasi pencarian terhadap korban lainnya dengan mengedepankan keselamatan personel dan efektivitas pencarian di wilayah perairan Pulau Padar dan sekitarnya.
(rca)
Lihat Juga :