Natalius Pigai Ingatkan Influencer Tak Framming Pemerintah sebagai Pelaku Teror
Sabtu, 03 Januari 2026 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
"Bahkan, menurutnya tidak tertutup kemungkinan ada pihak yang memanfaatkan narasi tersebut sebagai playing victim untuk menaikkan jumlah pelanggan (subscriber) dan pengikut (follower), serta memicu gangguan kehormatan interpersonal," sebut Pigai.
Dalam konteks ini, ia menilai perlu adanya kehati-hatian agar ruang demokrasi tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau pihak tertentu.
Baca juga: Polda Metro Jaya Selidiki Teror ke Rumah DJ Donny
“Saat ini kita menikmati surplus demokrasi, yakni hak berpendapat atas pikiran dan perasaan yang dijamin tanpa adanya protokol lalu lintas. Dalam situasi ini, tidak mungkin institusi, apalagi negara, menghalangi kebebasan tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain, Pigai juga mengingatkan pada infliuencer tak melakukan framming pada pemerintah sebagai pelaku teror. Apalagi, kata dia, polisi belum menemukan pihak yang bertanggung jawab atas rentetan aksi teror pada influencer.
Dalam konteks ini, ia menilai perlu adanya kehati-hatian agar ruang demokrasi tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau pihak tertentu.
Baca juga: Polda Metro Jaya Selidiki Teror ke Rumah DJ Donny
“Saat ini kita menikmati surplus demokrasi, yakni hak berpendapat atas pikiran dan perasaan yang dijamin tanpa adanya protokol lalu lintas. Dalam situasi ini, tidak mungkin institusi, apalagi negara, menghalangi kebebasan tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain, Pigai juga mengingatkan pada infliuencer tak melakukan framming pada pemerintah sebagai pelaku teror. Apalagi, kata dia, polisi belum menemukan pihak yang bertanggung jawab atas rentetan aksi teror pada influencer.
Lihat Juga :