Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Ditargetkan 15.000 Unit
Jum'at, 02 Januari 2026 - 15:59 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau penanganan bencana di Aceh Tamiang, Aceh. Sebanyak 198 unit Huntara telah terbangun dan pembangunan akan terus dirampungkan dengan target 15.000 unit dalam tiga bulan. Foto/Ist
A
A
A
ACEH TAMIANG - Kabupaten Aceh Tamiang di Provinsi Aceh merupakan salah satu wilayah terdampak paling parah akibat bencana alam hidrometeorologi ekstrem pada akhir November 2025. Lebih dari 100.000 jiwa terdampak bencana.
Untuk membantu pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, PT Perkebunan Nusantara Group menyediakan lahan untuk pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara). Pembangunan itu merupakan bagian dari kolaborasi BUMN di bawah koordinasi Danantara sebagai wujud kehadiran negara bagi masyarakat terdampak.
Baca juga: 3 Jasad Korban Bencana Sumatera Ditemukan, Total Korban Tewas Tembus 1.157 Orang
Hingga 1 Januari 2026, sebanyak 198 unit Huntara telah terbangun. Pembangunan akan terus dirampungkan dengan target 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Denaldy Mulino Mauna menyampaikan penyediaan lahan merupakan kontribusi PTPN Group dalam mendukung percepatan pembangunan hunian sementara yang aman dan manusiawi.
“Melalui penyediaan lahan, kami mendukung langkah negara agar warga terdampak dapat segera menata kembali kehidupan mereka secara aman dan bermartabat,” ujar Denaldy, dikutip Jumat (2/1/2026).
Rumah Hunian Danantara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat dengan mengedepankan martabat dan kenyamanan dasar warga. Setiap unit hunian dilengkapi dua kasur, satu lemari, dan kipas angin.
Baca juga: Presiden Setujui Usulan Normalisasi Sungai Aceh Lewat Laut: Kita Bikin Operasi Besar
Kawasan Huntara didukung Listrik gratis dan akses Wi-Fi gratis, serta MCK komunal terpisah untuk memastikan kebersihan dan standar sanitasi. Selain itu, tersedia fasilitas umum berupa klinik layanan kesehatan dan taman bermain anak.
Dalam suatu kunjungannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan tujuan negara adalah secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan masyarakat. Danantara membuktikan bahwa negara bisa membangun 600 hunian.
“Semua pihak telah bekerja dengan gemilang, dengan cepat,” ujar Presiden.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan, pencapaian pembangunan Huntara hingga awal tahun ini tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi lintas pihak. Target pembangunan Huntara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal.
“BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelas Rosan.
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menyoroti disiplin eksekusi dan intensitas kerja BUMN dalam mengejar target waktu yang ketat. Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas.
“Ini adalah contoh konkret BUMN menjalankan peran strategisnya sebagai perpanjangan tangan negara, bukan hanya berorientasi pada bisnis,” tandasnya.
Untuk membantu pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, PT Perkebunan Nusantara Group menyediakan lahan untuk pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara). Pembangunan itu merupakan bagian dari kolaborasi BUMN di bawah koordinasi Danantara sebagai wujud kehadiran negara bagi masyarakat terdampak.
Baca juga: 3 Jasad Korban Bencana Sumatera Ditemukan, Total Korban Tewas Tembus 1.157 Orang
Hingga 1 Januari 2026, sebanyak 198 unit Huntara telah terbangun. Pembangunan akan terus dirampungkan dengan target 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Denaldy Mulino Mauna menyampaikan penyediaan lahan merupakan kontribusi PTPN Group dalam mendukung percepatan pembangunan hunian sementara yang aman dan manusiawi.
“Melalui penyediaan lahan, kami mendukung langkah negara agar warga terdampak dapat segera menata kembali kehidupan mereka secara aman dan bermartabat,” ujar Denaldy, dikutip Jumat (2/1/2026).
Rumah Hunian Danantara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat dengan mengedepankan martabat dan kenyamanan dasar warga. Setiap unit hunian dilengkapi dua kasur, satu lemari, dan kipas angin.
Baca juga: Presiden Setujui Usulan Normalisasi Sungai Aceh Lewat Laut: Kita Bikin Operasi Besar
Kawasan Huntara didukung Listrik gratis dan akses Wi-Fi gratis, serta MCK komunal terpisah untuk memastikan kebersihan dan standar sanitasi. Selain itu, tersedia fasilitas umum berupa klinik layanan kesehatan dan taman bermain anak.
Dalam suatu kunjungannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan tujuan negara adalah secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan masyarakat. Danantara membuktikan bahwa negara bisa membangun 600 hunian.
“Semua pihak telah bekerja dengan gemilang, dengan cepat,” ujar Presiden.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan, pencapaian pembangunan Huntara hingga awal tahun ini tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi lintas pihak. Target pembangunan Huntara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal.
“BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelas Rosan.
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menyoroti disiplin eksekusi dan intensitas kerja BUMN dalam mengejar target waktu yang ketat. Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas.
“Ini adalah contoh konkret BUMN menjalankan peran strategisnya sebagai perpanjangan tangan negara, bukan hanya berorientasi pada bisnis,” tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :