JICT Bangun Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi di Daerah Terdampak Banjir Aceh–Sumut
Sabtu, 09 Mei 2026 - 19:24 WIB
loading...
PT JICT membangun fasilitas air bersih dan sanitasi di sejumlah wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh dan Sumut. Foto/SindoNews
A
A
A
ACEH - PT Jakarta International Container Terminal (JICT) membangun fasilitas air bersih dan sanitasi di sejumlah wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Pembangunan ini sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan masyarakat pascabencana.
Program ini menjangkau desa-desa di wilayah terpencil Tapanuli Selatan, Gayo Lues dan Aceh Timur. Fasilitas yang dibangun meliputi MCK, sumur bor atau sumur cincin, dan sistem pipanisasi air bersih di beberapa titik terdampak.Direksi JICT turun langsung ke lapangan selama lima hari untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran di wilayah dengan akses terbatas.
Direktur Administrasi JICT Henry Naldi bersama Direktur Human Resources Sandhy Wijaya yang hadir langsung meninjau lokasi menempuh perjalanan darat dan udara, termasuk menggunakan pesawat perintis untuk menjangkau daerah terpencil.
Baca juga: Mendagri: 38 Daerah Bangkit dari Bencana Sumatera, 11 Wilayah Masih Butuh Perhatian
“Fokus kami adalah memastikan masyarakat dapat kembali mengakses kebutuhan dasar seperti air bersih dan sanitasi, yang menjadi fondasi utama pemulihan kesehatan dan aktivitas sehari-hari pascabencana,” ujar Henry Naldi di Aceh, Sabtu (9/5/2026).
Program ini menjangkau desa-desa di wilayah terpencil Tapanuli Selatan, Gayo Lues dan Aceh Timur. Fasilitas yang dibangun meliputi MCK, sumur bor atau sumur cincin, dan sistem pipanisasi air bersih di beberapa titik terdampak.Direksi JICT turun langsung ke lapangan selama lima hari untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran di wilayah dengan akses terbatas.
Direktur Administrasi JICT Henry Naldi bersama Direktur Human Resources Sandhy Wijaya yang hadir langsung meninjau lokasi menempuh perjalanan darat dan udara, termasuk menggunakan pesawat perintis untuk menjangkau daerah terpencil.
Baca juga: Mendagri: 38 Daerah Bangkit dari Bencana Sumatera, 11 Wilayah Masih Butuh Perhatian
“Fokus kami adalah memastikan masyarakat dapat kembali mengakses kebutuhan dasar seperti air bersih dan sanitasi, yang menjadi fondasi utama pemulihan kesehatan dan aktivitas sehari-hari pascabencana,” ujar Henry Naldi di Aceh, Sabtu (9/5/2026).
Lihat Juga :