DPW PAN Sumut: Tudingan Terhadap Zulhas sebagai Penyebab Banjir Sumatera Fitnah
Rabu, 24 Desember 2025 - 14:22 WIB
loading...
DPW PAN Sumatera Utara menyebut tudingan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan di balik bencana banjir di Sumatera fitnah. Foto/istimewa
A
A
A
SUMUT - DPW PAN Sumatera Utara menyebut tudingan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan di balik bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat fitnah. Sebab, tudingan tersebut tidak didasari bukti yang kuat.
Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara Dedi Irawan menyayangkan di tengah duka dan keprihatinan akibat bencana alam ruang publik justru diramaikan oleh serangan narasi, meme, maupun video AI yang menyasar Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan.
“Serangan tersebut berkembang cepat, masif, dan tanpa basis data yang benar serta penjelasan kebijakan yang utuh. Situasi ini mengundang pertanyaan penting; siapa sebenarnya yang sedang membidik Zulkifli Hasan,” katanya, Rabu (24/12/2025).
Baca juga: Viral! Zulkifli Hasan Makan Enak sambil Pegang Cerutu saat Tinjau Korban Banjir Aceh
Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ini menyebut Zulkifli Hasan (Zulhas) diserang melalui tudingan hoaks penerbitan izin kawasan hutan lindung yang dikaitkan dengan terjadinya bencana alam di beberapa provinsi di Sumatera. Narasi ini dibangun seolah-olah kebijakan yang dilekatkan pada satu figur menjadi penyebab langsung bencana.
“Padahal, bencana alam adalah persoalan multidimensional yang melibatkan faktor alam, perubahan iklim, tata ruang, serta kebijakan lintas sektor dan lintas waktu,” ucapnya.
Baca juga: 31 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri Pertengahan Desember 2025, Ini Daftar Namanya
Menyederhanakan tragedi kemanusiaan menjadi tuduhan personal tanpa kajian regulatif dan ilmiah bukan hanya menyesatkan, tetapi juga tidak adil bagi publik yang membutuhkan penjelasan berbasis fakta. Apalagi, menuduh Zulhas sebagai penyebab utama yang faktanya tidak memiliki kaitan apapun dengan ketiga wilayah tersebut.
“Di saat berbagai narasi hoaks berkembang Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum sekaligus Menko Pangan, hadir sejak pertama kali terjadinya bencana sebagai bentuk quick respons Pemerintah memastikan negara hadir di saat rakyat mengalami musibah,” ujarnya.
Dia menilai serangan terhadap Zulhas tidak bisa dilepaskan dari posisinya saat ini sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus orang dekat Presiden Prabowo Subianto yang dipercaya mengeksekusi agenda strategis nasional.
Instruksi Presiden Prabowo terkait ketahanan pangan nasional, swasembada pangan, stabilisasi harga gabah, swasembada garam, peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan dijalankan secara konkret melalui koordinasi lintas kementerian.
“Kebijakan ini menyentuh sektor yang sangat sensitif dan strategis, karena menyangkut hajat hidup jutaan rakyat yang selama ini terabaikan dan hanya menjadi objek penderita,” katanya.
Menariknya, serangan tidak berhenti pada Zulhas. Isu kemudian melebar ke figur kabinet yang diduduki oleh Menteri PAN. Dalam konteks kebijakan pangan, publik perlu memahami bahwa sektor ini selama bertahun-tahun tidak lepas dari praktik rente, permainan distribusi, dan mafia tata niaga.
”Ketika pemerintah mulai menata ulang sistem, memperpendek rantai distribusi, dan memastikan harga gabah berpihak pada petani, pupuk murah, maka kepentingan lama yang selama ini diuntungkan oleh sistem tersebut berpotensi merasa terganggu,” katanya.
Di titik inilah, serangan narasi sering kali muncul bukan untuk memperbaiki kebijakan, tetapi untuk melemahkan figur yang menjalankan kebijakan tersebut.
“Pertanyaan siapa membidik Zulkifli Hasan? pada akhirnya mengajak kita semua untuk berpikir lebih jernih, apakah yang kita saksikan hari ini adalah kritik kebijakan, atau pertarungan kepentingan yang merasa terusik oleh perubahan kebijakan yang sepenuhnya memihak kepentingan rakyat,” tegasnya.
Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara Dedi Irawan menyayangkan di tengah duka dan keprihatinan akibat bencana alam ruang publik justru diramaikan oleh serangan narasi, meme, maupun video AI yang menyasar Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan.
“Serangan tersebut berkembang cepat, masif, dan tanpa basis data yang benar serta penjelasan kebijakan yang utuh. Situasi ini mengundang pertanyaan penting; siapa sebenarnya yang sedang membidik Zulkifli Hasan,” katanya, Rabu (24/12/2025).
Baca juga: Viral! Zulkifli Hasan Makan Enak sambil Pegang Cerutu saat Tinjau Korban Banjir Aceh
Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ini menyebut Zulkifli Hasan (Zulhas) diserang melalui tudingan hoaks penerbitan izin kawasan hutan lindung yang dikaitkan dengan terjadinya bencana alam di beberapa provinsi di Sumatera. Narasi ini dibangun seolah-olah kebijakan yang dilekatkan pada satu figur menjadi penyebab langsung bencana.
“Padahal, bencana alam adalah persoalan multidimensional yang melibatkan faktor alam, perubahan iklim, tata ruang, serta kebijakan lintas sektor dan lintas waktu,” ucapnya.
Baca juga: 31 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri Pertengahan Desember 2025, Ini Daftar Namanya
Menyederhanakan tragedi kemanusiaan menjadi tuduhan personal tanpa kajian regulatif dan ilmiah bukan hanya menyesatkan, tetapi juga tidak adil bagi publik yang membutuhkan penjelasan berbasis fakta. Apalagi, menuduh Zulhas sebagai penyebab utama yang faktanya tidak memiliki kaitan apapun dengan ketiga wilayah tersebut.
“Di saat berbagai narasi hoaks berkembang Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum sekaligus Menko Pangan, hadir sejak pertama kali terjadinya bencana sebagai bentuk quick respons Pemerintah memastikan negara hadir di saat rakyat mengalami musibah,” ujarnya.
Dia menilai serangan terhadap Zulhas tidak bisa dilepaskan dari posisinya saat ini sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus orang dekat Presiden Prabowo Subianto yang dipercaya mengeksekusi agenda strategis nasional.
Instruksi Presiden Prabowo terkait ketahanan pangan nasional, swasembada pangan, stabilisasi harga gabah, swasembada garam, peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan dijalankan secara konkret melalui koordinasi lintas kementerian.
“Kebijakan ini menyentuh sektor yang sangat sensitif dan strategis, karena menyangkut hajat hidup jutaan rakyat yang selama ini terabaikan dan hanya menjadi objek penderita,” katanya.
Menariknya, serangan tidak berhenti pada Zulhas. Isu kemudian melebar ke figur kabinet yang diduduki oleh Menteri PAN. Dalam konteks kebijakan pangan, publik perlu memahami bahwa sektor ini selama bertahun-tahun tidak lepas dari praktik rente, permainan distribusi, dan mafia tata niaga.
”Ketika pemerintah mulai menata ulang sistem, memperpendek rantai distribusi, dan memastikan harga gabah berpihak pada petani, pupuk murah, maka kepentingan lama yang selama ini diuntungkan oleh sistem tersebut berpotensi merasa terganggu,” katanya.
Di titik inilah, serangan narasi sering kali muncul bukan untuk memperbaiki kebijakan, tetapi untuk melemahkan figur yang menjalankan kebijakan tersebut.
“Pertanyaan siapa membidik Zulkifli Hasan? pada akhirnya mengajak kita semua untuk berpikir lebih jernih, apakah yang kita saksikan hari ini adalah kritik kebijakan, atau pertarungan kepentingan yang merasa terusik oleh perubahan kebijakan yang sepenuhnya memihak kepentingan rakyat,” tegasnya.
(cip)
Lihat Juga :